Ponticity post authorKiwi 01 Juli 2020 88

Melahirkan Tanpa Bantuan Medis, Pembuang Bayi di Tong Sampah Ditangkap

Photo of Melahirkan Tanpa Bantuan Medis, Pembuang Bayi di Tong Sampah Ditangkap Ilustrasi

PONTIANAK, SP – Pelaku yang membuang bayi di tong sampah di Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak, Rabu (24/6) kemarin berhasil ditangkap. Pelaku tak lain merupakan ibu kandung bayi tersebut.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin mengungkapkan, pelaku berinisial DL, warga Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Di Pontianak, perempuan yang baru berusia 19 tahun tersebut merupakan seorang asisten rumah tangga yang tinggal di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara.

“DL nekat membuang bayinya karena merasa malu atas bayi hasil hubungan gelap dengan sang pacar,” jelas Komarudin, Selasa (30/6)

Kata Komarudin, usai mendapat laporan temuan bayi tersebut beberapa waktu lalu, jajarannya melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, didapati informasi bahwa ada seorang asisten rumah tangga di Jalan Khatulistiwa pulang ke kampung halamannya secara mencurigakan.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti. Saat dilakukan pengecekan di sekitar rumah dan kamar DL tempat pelaku bekerja, polisi menemukan banyak bercak darah. Tak hanya itu, kamar DL pun mengeluarkan aroma tak sedap. Polisi menduga darah ini adalah akibat persalinan yang dilakukan DL secara mandiri tanpa peralatan dan pertolongan medis.

“Dari hasil temuan ini, polisi kemudian melakukan pencocokan antara sampel darah yang ada di kasus kamar DL dengan kondisi bayi. Hasil ternyata cocok," kata Komarudin.

Kepolisian langsung berkoordinasi dengan majikan DL untuk penyelidikan lebih lanjut, kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga terduga pelaku. DL kemudian menyerahkan diri ke Polsek Pontianak Utara pada Minggu (28/6). Kasus ini pun kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Komarudin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, DL diketahui pulang ke kampung halamannya usai membuang bayi tersebut. Sebelumnya, saat kejadian, DL merasa perutnya sakit. Sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (23/6), air ketuban DL keluar dari kemaluannya. Tak lama setelah itu, ia pun melahirkan bayi laki-laki melalui proses persalinan secara mandiri di kamarnya tanpa bantuan dan peralatan medis.

Usai melahirkan, DL sempat beristirahat sekitar dua jam sebelum ia menggunting tali pusar bayi tersebut menggunakan gunting yang ada di dalam kamarnya. DL juga sempat mandi dan beristirahat lagi, sekira pukul 22.00 WIB, barulah DL bangun dan membuang bayi tersebut.

Bayi itu dibungkusnya menggunakan kardus. Ia juga membalut bayi tersebut dengan kain dan sarung bantal sebagai alas. Kardus berisi bayi itu diikatnya menggunakan seutas tali. Sementara tali pusarnya dimasukkan ari-ari bayi ke dalam plastik.

DL meminjam sepeda motor milik majikannya untuk menuju ke lokasi pembuangan sampah. Ia sempat berkeliling mencari tempat yang aman untuk membuang bayinya  sebelum akhirnya menemukan bak sampah di Jalan Parit pangeran, Kecamatan Pontianak Utara.

“Oleh pelaku, bayi tersebut dimasukkannya ke dalam bak sampah dan DL membuang ari-ari bayi itu di tong sampah yang berada di depan rumah kediaman bos DL,” jelas Komarudin.

Keesokan harisnya, Rabu (24/6) DL kembali beraktivitas seperti biasa. Secara tiba-tiba DL meminta izin ke majikannya untuk pulang ke kampung halaman.

Saat ini kepolisian masih menyelidiki apakah ada keterlibatan pacar DL terkait pembuangan bayi tersebut. Pihak kepolisian pun akan melakukan penyelidikan apakah sang kekasih memiliki keterlibatan atas pembuangam bayi tersebut.

Komarudin menambahkan, DL mengaku tidak menginginkan bayi tersebut. Begitu juga dengan pihak keluarga DL, hingga saat ini belum menghubungi pihak kepolisian untuk proses kepengurusan bayi itu.

"Kita akan berkoordinasi dengan pihak dinas sosial, dan nantinya pihak dinas sosial yang akan mempertimbangkan untuk kelanjutan dari status bayi tersebut,"jelasnya.

Atas perbuatan tersebut, DL akan diancam dengan Pasal 308 KUHP Sub Pasal 77 B junto pasal 76 B Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda