Ponticity post authorKiwi 01 Desember 2020 94

Permintaan Pasar Motor Bodong Tinggi, Niat Pelaku Curanmor Kian Intens

Photo of Permintaan Pasar Motor Bodong Tinggi, Niat Pelaku Curanmor Kian Intens DIAMANKAN - Tersangka bersama barang bukti sepeda motor hasil curiannya diamankan oleh petugas polisi.

PONTIANAK, SP - Saat ini, permintaan motor bodong atau motor tanpa surat menyurat menjadi incaran masyarakat, utamanya di wilayah perhuluan Kalbar. Hal ini membuat tindak kejahatan pencurian sepeda motor (curanmor) di Kota Pontianak juga meningkat.

Bukan tidak mungkin, selain harganya jauh lebih murah dibanding motor resmi, motor bodong yang dominan dari hasil curian ini menjadi jawaban bagi masyarakat kecil yang aktivitasnya harus menggunakan sepeda motor.

Dalam konferensi persnya, Kapolsek Pontianak Barat, AKP Eko Mardianto menghadirkan satu orang pelaku spesialis curanmor berinisial CA (26). Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, warga Jalan Soedarso, Kelurahan Bangka Belitung, Pontianak Tenggara ini nekat mencuri lantaran banyak permintaan konsumen di wilayah perhuluan Kalbar. 

“Pelaku mengakui banyak permintaan masyarakat di hulu (motor bodong) membuat niatnya mencuri lebih intens," ungkap Eko, Senin (30/11).

Saat ditangkap, polisi berhasil mengaman enam unit sepeda motor hasil curian CA di enam lokasi berbeda yang mana satu unit di antaranya sudah ia jual ke hulu.

Di antaranya Yamaha Aerox warna Kuning diamankan oleh polisi di depan Alfamart Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak Barat, Honda Vario warna Merah di jalan Purnama, Pontianak Selatan. Yamaha Mio GT warna Abu Abu di gang Teluk Pakedai, Kotabaru, Pontianak Selatan.

Dua unit Honda Vario warna Putih di gang Rajawali, Pontianak Kota, dan Yamaha Mio GT warna Merah list Hitam di Jalan Ampera.

Eko menyebutkan, CA ditangkap pada 27 November 2020 lalu. Bermula dari laporan kehilangan motor oleh warga pada 30 Juni 2020. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas yang melakukan patroli cyber menemukan akun yang menjual taji ayam. Diduga taji ayam ini milik korbannya yang disimpan dalam jok motor tersebut.

“Keberadaan pelaku kami temukan melalui patroli cyber. Ada sebuah akun yang menjual taji ayam yang diketahui milik korban yang disimpan di dalam jok motor sebelum motor tersebut hilang," kata Eko.

Berdasarkan temuan itu, polisi kemudian menyamar menjadi pembeli dan langsung melakukan transaksi cash on delivery (pembayaran di tempat) dengan menghubungi langsung penjual taji ayam tersebut. Pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan. 

“Dari pengakuannya, taji ayam tersebut ada di dalam motor yang dicurinya sehingga kami melakukan pengembangan lebih lanjut. Dan dari hasil pengembangan pelaku telah mencuri di enam lokasi berbeda," ungkapnya. 

Kata Eko, CA dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Berdasarkan pengakuan pelaku, wilayah perhuluan adalah kampung halaman orangtuanya. Motor-motor hasil curian itu langsung diantarnya ke sana bertemu dengan konsumen untuk melakukan transaksi.

Namun, CA beraksi sesuai pesanan. Motor incarannya adalah motor yang diparkir dengan kondisi kunci masih ada di kontak motor.

Motor-motor itu diberinya tarif dari harga Rp3 juta sampai Rp10 juta. Tergantung kondisi dan merk motor. 

“Saya antarkan langsung ke pembeli yang ada di kampung ibu saya yang sebelumnya konsumen tersebut sudah memesan dari awal. Harganya dari Rp3 juta sampai Rp10 juta tergantung jenis motor," tutupnya.

Masyarakat Diminta Waspada

Maraknya aksi pencurian sepeda motor di pemukiman padat penduduk membuat Polsek Pontianak Barat mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan harus mengawasi barang berharga miliknya, terutama saat memarkiran kendaraan bermotor baik di tempat umum ataupun di halaman rumah, dengan tidak meninggalkan kunci motor yang menempel di stop kontak.

”Kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah ketika memarkirkan kendaraan bermotornya, khususnya sepeda motor,” kata Kapolsek Pontianak Barat, AKP Eko Mardianto.

“Kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, namun juga karena adanya kesempatan,” pesannya.

Selain itu, masyarkaat diminta untuk tidak mudah meminjamkan kendaraannya kepada orang lain yang belum diketahui identitas dan asal usulnya.

Sehingga, ketika ada seseorang yang menawarkan kendaraan bermotor dengan harga murah, namun tidak disertai dokumen yang lengkap, diharapkan segera melapor ke petugas kepolisian terdekat.

“Jangan membeli kendaraan bermotor dengan harga yang sangat murah, terlebih tidak disertai surat - surat yang jelas, karena ini berpotensi hasil tindak kejahatan,” ungkapnya.

Sebab, ancaman pidana bagi siapa saja yang membeli barang - barang hasil tindak pidana, dapat dikenakan dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (sms/wp)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda