Ponticity post authorKiwi 30 November 2020 501

Wali Kota Pontianak: Segel Warkop Bandel

Photo of Wali Kota Pontianak: Segel Warkop Bandel Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

WALI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap tempat usaha seperti Warkop bisa menjadi contoh dan pelopor sebagai tempat usaha yang aman dan sesuai protokol kesehatan. Di tengah pandemi Covid-19, setiap Warkop harus mematuhi Protokol Kesehatan (Protkes) guna mencegah penyebaran virus corona. 

"Kami secara bertahap akan menggelar penertiban terhadap penerapan Protkes selain razia masker," ungkapnya.

Edi Kamtono menyayangkan masih ada beberapa pelaku usaha yang lalai dan tidak mematuhi protokol kesehatan secara penuh. Bagi mereka yang tidak mematuhi ketentuan tersebut, maka akan dikenakan sanksi, mulai dari peringatan hingga denda sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 58 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum terhadap Protkes. 

Selain razia masker, juga dilakukan uji swab terhadap pengunjung. Apabila ditemukan pengunjung Warkop terkonfirmasi positif Covid-19, maka Satgas Covid-19 akan langsung melakukan langkah isolasi terhadap bersangkutan. 

"Jika pasien tersebut tidak bergejala maka harus melakukan isolasi mandiri dan akan dipantau kondisinya oleh tenaga kesehatan," ujar Edi.

Kemudian, terhadap Warkop tersebut juga akan disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Warkop itu juga harus menutup aktivitas usahanya sementara selama tiga hari untuk sterilisasi. Edi Kamtono meminta seluruh Warkop di Kota Pontianak mematuhi Protkes. Warga juga diminta tidak melanggarnya.

"Jangan sampai ada yang terpapar lagi," pungkasnya.

Kadinkes Kota Pontianak, Sidiq Handanu menerangkan sepanjang pelaksanaan testing Covid-19 di sejumlah Warkop dan kafe, pihaknya selalu menemukan di antaranya ada yang terkonfirmasi positif. Selain melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Protkes, pihaknya juga memetakan sejauh mana transmisi Covid-19 di masyarakat. 

"Saat ini Kota Pontianak masih zona oranye karena untuk mencapai kuning upayanya harus lebih giat lagi agar angkanya lebih turun dari kemarin," paparnya.

Ia menambahkan tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak selalu rutin menggelar penertiban dalam menegakkan disiplin Protkes. Seperti halnya beberapa waktu lalu yang menyasar warung kopi dan kafe yang berada di Jalan Reformasi Kecamatan Pontianak. 

Dirinya menyampaikan dari hasil penyisiran di salah satu kafe, 80 persen pengunjung cafe sebagian besar warga dari luar Pontianak. Mereka adalah mahasiswa dari daerah yang mengenyam pendidikan di kota ini. Terhadap para pengunjung dan karyawan kafe, pihaknya melakukan rapid test untuk mendeteksi penyebaran Covid-19. 

"Dari 214 orang yang dilakukan rapid test, 13 orang diantaranya menunjukkan hasil reaktif, selanjutnya mereka menjalani uji swab," ujarnya.

Sidiq mengimbau pemilik kafe dan warung kopi agar menegur pengunjung apabila duduk secara berkerumun. Seperti yang ditemukan di salah satu kafe Jalan Reformasi, setidaknya lebih dari 250 hingga 300 orang yang ada di dalam kafe. Menurutnya mereka sama sekali tidak menjaga jarak sebagaimana yang ditentukan dalam aturan protokol kesehatan. 

"Dalam hal ini pihak Satpol PP akan melakukan teguran dan tindakan terhadap kafe itu," tegasnya.

Dikatakannya pengunjung kafe yang berlokasi di jalan tersebut didominasi mahasiswa perantauan, yang mana mereka bertempat tinggal di kos tanpa adanya pengawasan orang tua. Sehingga banyak dari mereka nongkrong di kafe dan Warkop. 

"Kita mungkin akan melayangkan surat kepada perguruan tinggi untuk ikut mensosialisasikan kepada mahasiswanya tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan," papar Handanu.

Berulang kali diingatkan agar menerapkan Protkes, Kedai Brother Coffee Aur 2 di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kapuas ditutup sementara selama tujuh hari kedepan. Tindakan tegas Satpol PP Kabupaten Sanggau itu berlaku sejak Sabtu (28/11) malam.

Penutupan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau, karena kedai tersebut dianggap melanggar Pasal 9 ayat (1) huruf b Peraturan Bupati (Perbup) Sanggau Nomor 47 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Sanggau.

Kasat Pol PP Sanggau, Victorianus mengatakan, instansinya sudah sering kali mengingatkan pemilik tempat usaha warung kopi tersebut, agar mematuhi protokol kesehatan. Namun, imbauan yang disampaikan tidak diindahkan.

"Kita sudah beberapa kali mendatangi Kedai Brother dan sudah memberikan nasihat (imbauan) agar mematuhi protokol kesehatan, namun tidak diindahkan," kata Victorianus saat memimpin langsung penutupan sementara kedai tersebut, Sabtu (28/11) malam.

Menurut Victorianus, terkadang kedai ini juga beroperasi hingga subuh. Selain itu, pemilik kedai juga tidak mengatur jarak tempat duduk.

"Oleh karena itu, malam hari ini (28 November 2020, red) tidak ada lagi kompromi. Tim Gakkum sesuai Peraturan Bupati Sanggau Nomor 47 Tahun 2020 mendatangi kedai ini, langsung kita tutup sementara selama tujuh hari kedepan," katanya.

Langkah tegas Pemkab Sanggau menutup sementara Kedai Brother yang melanggar Perbup Nomor 47 Tahun 2020 mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Sanggau, Abdul Rahim.

Menurut dia, tindakan tegas yang diambil terhadap Kedai Brother itu merupakan langkah positif dalam rangka penegakan disiplin di masa pandemi. Selain itu, memberikan efek jera serta contoh bagi tempat usaha yang lain agar mematuhi protokol kesehatan.

"Mari kita sama-sama untuk tetap patuh pada aturan yang berlaku, serta jangan menganggap sepele Covid-19. Kita harus mendukung upaya pemerintah daerah mencegah penyebaran Virus Corona," ujar Rahim.

Dia berharap, sosialisasi, monitoring dan evaluasi setiap kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 terus dijalankan, sesuai aturan yang berlaku."Setiap pelanggaran harus diambil tindakan tegas," ucap Rahim. (din/jul/yun)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda