PONTIANAK, SP - Usia tak menyurutkan langkah Saripin (81). Sejak pukul 06.30 WIB, warga Kelurahan Bangka Belitung Darat itu bersama sang istri sudah mengantre di halaman Kantor Camat Pontianak Tenggara, Senin (2/3/2026).
Tujuannya satu: mendapatkan paket sembako murah dalam Operasi Pasar Murah menyambut Idulfitri 1447 H.
Dengan wajah sumringah, Saripin mengaku bersyukur bisa membawa pulang beras, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga di bawah pasaran.
“Alhamdulillah sangat terbantu dengan bazar ini. Saya juga setiap ada info bazar pasti pergi,” ceritanya.
Cerita serupa datang dari Lidia (56). Ia menilai harga yang ditawarkan di bazar lebih terjangkau dibanding harga pasar. Harapannya, kegiatan serupa bisa lebih sering digelar, bahkan dengan komoditas yang lebih beragam.
“Dalam rangka menyambut Idulfitri, kalau bisa ada bazar lain. Bazar daging atau ayam,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan operasi pasar ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Bekerja sama dengan sejumlah bank lokal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau melalui skema potongan harga atau subsidi. Sejumlah tenant dan pedagang juga dilibatkan untuk menyediakan kebutuhan harian masyarakat.
“Ini wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, yakni mensupport daya beli melalui potongan harga dari harga normal menjadi lebih murah,” ujarnya.
Operasi pasar dimulai dari Kecamatan Pontianak Tenggara dan akan digelar secara bergilir di seluruh kecamatan selama enam hari hingga pekan depan. Amirullah memastikan program ini rutin dilaksanakan setiap menjelang hari besar keagamaan.
Terkait stabilitas harga selama Ramadan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bersama pemerintah provinsi dan instansi vertikal.
“Dinamika harga dalam mekanisme pasar itu biasa, ada hukum permintaan dan penawaran. Tapi peran pemerintah memastikan harga tidak bergejolak tinggi dan tetap terjangkau masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar pelaku usaha tetap memperoleh keuntungan yang wajar.
Dalam pelaksanaan operasi pasar, masyarakat juga diimbau membawa tas belanja sendiri sebagai dukungan terhadap pengurangan sampah plastik. Kebijakan ini sejalan dengan visi Pontianak sebagai kota berwawasan lingkungan.
“Kita meminimalisir sampah plastik yang sulit terurai. Masyarakat diimbau membawa keranjang atau tas belanja sendiri untuk mereduksi sampah,” katanya.
Amirullah turut mengingatkan warga agar berbelanja secara bijak selama Ramadan, tidak melakukan penumpukan barang yang dapat memicu kelangkaan maupun kenaikan harga.
“Belanjalah secukupnya, sesuai kebutuhan. Yakinlah ketersediaan barang terjaga dan harganya tetap terjangkau,” pungkasnya.
Operasi pasar ini bukan sekadar soal harga murah, tetapi juga upaya menjaga daya beli, stabilitas pasar, dan kepedulian lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idulfitri. (din)