SINTANG, SP - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sidang Sinode VII Gereja Misi Injili Indonesia (GMII) yang digelar di Ballroom Hotel My Home Sintang, Selasa (3/3/2026).
“Atas nama Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan penghargaan yang tulus kepada GMII yang selama ini telah berkontribusi nyata dalam pembangunan kehidupan beragama, penguatan moral umat, serta pembinaan karakter masyarakat,” ujar Muhajirin.
Menurutnya, kehadiran gereja tidak semata sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai kekuatan moral yang turut menjaga arah kehidupan sosial.
Dalam masyarakat yang terus berubah dan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, peran institusi keagamaan dinilai semakin strategis.
Muhajirin menegaskan, Sidang Sinode bukan sekadar forum organisasi. Forum tersebut menjadi ruang refleksi dan evaluasi atas pelayanan yang telah berjalan, sekaligus peneguhan arah kebijakan dan kepemimpinan gereja ke depan.
“Di sinilah visi diperjelas, komitmen diperkuat, dan tanggung jawab pelayanan ditegaskan kembali,” katanya.
Ia mengingatkan, derasnya arus informasi dan pergeseran nilai di tengah masyarakat menuntut kehadiran penuntun moral yang kokoh.
Dalam konteks itu, gereja dipandang memiliki peran penting bukan hanya sebagai pusat ritual, tetapi juga pusat pemberdayaan umat, pendidikan nilai, serta penguatan moderasi beragama.
“Iman harus membumi, tidak hanya diucapkan di altar, tetapi diwujudkan dalam pelayanan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga persatuan dan merawat kerukunan,” ujar Muhajirin.
Dengan jejaring GMII yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, ia meyakini gereja memiliki daya jangkau luas untuk menyentuh masyarakat secara langsung.
Karena itu, sinergi antara gereja dan pemerintah menjadi kunci. Ketika nilai spiritual bertemu dengan kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan, lahirlah pelayanan yang inklusif dan berdampak nyata.
Kementerian Agama, lanjutnya, berkomitmen memperkuat moderasi beragama, menjaga harmoni, serta membangun kolaborasi lintas iman demi terwujudnya Kalimantan Barat yang damai dan Indonesia yang rukun.
“Kerukunan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya; ia harus dirawat dan diperjuangkan bersama,” katanya.
Sidang Sinode VII GMII secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.
Turut hadir Bupati Sintang, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar H. Mahmud Jayadi, Ketua DWP Kanwil Kemenag Kalbar Hj. Salbia Muhajirin, Wakil Ketua DWP Hj. Munira Mahmud, Plt. Pembimas Kristen Sihnurjadi, Kepala Kemenag Sintang H. Hasib Arista, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Muhajirin berharap, Sidang Sinode VII melahirkan keputusan yang tidak hanya baik secara organisatoris, tetapi juga berdampak luas bagi kehidupan umat dan masyarakat.
“Jadikan sidang ini momentum memperkuat pelayanan yang berintegritas, kepemimpinan yang visioner, dan pengabdian yang tulus,” ujarnya. (*)