SINTANG, SP - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap program Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia menjelang arus mudik 2026.
Dukungan itu disampaikan Muhajirin saat mengikuti rapat koordinasi bersama Nasaruddin Umar melalui pertemuan daring dari ruang rapat Kemenag Kabupaten Sintang, Selasa (3/3/2026) pagi.
Menurut Muhajirin, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang publik yang mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama para pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
“Kami siap mendukung dan menyukseskan program Masjid Ramah Pemudik. Ini penting agar masjid dapat memberi rasa aman dan menyenangkan bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam perjalanan,” ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari tema Mudik 2026 yang diusung Kementerian Agama, yakni Mudik 2026 “MENYALA”—akronim dari Menenangkan, Menyenangkan, Nyaman, Aman, dan Lancar.
Konsep ini menempatkan masjid sebagai titik singgah yang tidak sekadar menyediakan ruang salat, tetapi juga fasilitas dasar seperti tempat istirahat, sanitasi yang layak, serta informasi perjalanan.
Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat.
Ia berharap masjid-masjid di jalur mudik dapat bertransformasi menjadi simpul pelayanan sosial yang inklusif dan humanis.
Di Kalimantan Barat, inisiatif ini dinilai relevan mengingat jarak antarkabupaten yang cukup panjang dan kondisi geografis yang menuntut kesiapan tempat singgah representatif.
Muhajirin menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran Kemenag kabupaten/kota serta pengurus masjid agar program ini berjalan efektif.
“Masjid adalah rumah bersama. Momentum mudik menjadi kesempatan menghadirkan wajah agama yang ramah dan melayani,” kata dia.
Dengan dukungan daerah, program Masjid Ramah Pemudik diharapkan tak sekadar menjadi agenda musiman, melainkan bagian dari penguatan fungsi sosial masjid dalam kehidupan masyarakat.
Turut hadir mendampingi Kakanwil, Kepala Bagian Tata Usaha H. Mahmud Jayadi, S.Ag, Kepala Kemenag Kabupaten Sintang, H. Hasib Arista, M.Pd.I beserta jajaran. (*)