Potret post authorBob 04 September 2025

Pontianak Utara Dapat Porsi Pembangunan Terbesar, Jembatan Dharma Putra Jadi Prioritas

Photo of Pontianak Utara Dapat Porsi Pembangunan Terbesar, Jembatan Dharma Putra Jadi Prioritas Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan Jembatan Jalan Dharma Putra Pontianak Utara. Foto : Prokopim Pemkot Pontianak.

PONTIANAK, SP – Pemancangan tiang pertama pembangunan Jembatan Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara resmi dilakukan, Rabu (3/9/2025).

Proses ini ditandai dengan pemukulan tiang secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, disaksikan Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, jajaran anggota DPRD dapil Pontianak Utara, Forkopimcam, dan masyarakat sekitar.

Warga pun menyambut pembangunan ini dengan penuh syukur. Nurhayati (39), warga Jalan Dharma Putra, mengatakan perbaikan jembatan yang roboh hampir dua tahun terakhir sudah sangat dinantikan.

“Kasihan anak-anak sekolah, setiap hari harus putar arah. Kadang macet sampai ada yang jatuh. Kalau ada ambulance malah tidak bisa lewat, terpaksa putar lagi. Dengan diperbaikinya jembatan, tentu kami senang sekali, akses jadi lancar,” ungkapnya.

Nurhayati mengenang, sebelum roboh, jembatan sempat ditambal seadanya. Namun, hanya bertahan tiga minggu sebelum akhirnya putus dilalui kendaraan bertonase besar.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan tidak ada hambatan berarti dalam pembangunan kali ini. Keterlambatan sebelumnya lebih pada proses perencanaan dan penganggaran.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Ke depan, supaya lebih cepat tanggap, pemerintah kota bersama DPRD akan menganggarkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujarnya.

Proyek jembatan ini ditargetkan rampung akhir tahun. Bahasan optimistis pembangunan bisa selesai tepat waktu.

“Kami hadir bersama masyarakat dan DPRD hari ini sebagai doa bersama agar pelaksanaan lancar tanpa hambatan,” tambahnya.

Selain jembatan, pemerintah juga akan menata kawasan sekitar, termasuk perbaikan turap di parit Sungai Putat yang sudah rusak dan berkelok.

Pemerintah bahkan mengusulkan pembangunan drainase senilai Rp4 miliar untuk mencegah banjir di kawasan masjid dan pemakaman sekitar lokasi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak, Firayanta, mengatakan proyek ini telah dialokasikan Rp1 miliar. Namun setelah tender, nilai pekerjaan bisa ditekan menjadi Rp800 juta.

“Ada efisiensi Rp200 juta dari hasil tender. Anggaran ini digunakan untuk membangun jembatan dengan model site pile dan beton,” jelasnya.

Firayanta juga meminta maaf atas lamanya proses pembangunan. Selama jembatan terputus, jalur alternatif disiapkan agar mobilitas warga tetap berjalan.

“Kami berharap dukungan masyarakat agar pembangunan Jembatan Dharma Putra dapat berjalan lancar,” katanya.

Kemudian Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menegaskan pembangunan jembatan ini bukti keseriusan pemerintah merespons aspirasi masyarakat.

“Kalau ada infrastruktur roboh, tidak bisa serta-merta langsung ditangani, apalagi anggaran besar. Semua ada prosesnya. Alhamdulillah tahun ini sudah tuntas dan pembangunan bisa dimulai,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pontianak Utara mendapat porsi pembangunan terbesar di 2025, dengan total anggaran hampir Rp60 miliar dari APBD maupun dukungan pusat.

“Artinya tidak ada istilah anak kandung atau anak tiri dalam pembangunan. Semua wilayah mendapat perhatian yang sama. Pajak yang dibayar masyarakat kembali lagi untuk pembangunan jalan, kegiatan RT, hingga membantu guru ngaji. Manfaatnya langsung kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (din)

 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda