KAPUAS HULU, SP - Universitas PGRI (UPGRI) Pontianak resmi menarik mahasiswa Program Pengalaman Lapangan (PLP) 2 yang telah menjalankan praktik kependidikan di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Kapuas Hulu.
Penarikan dilakukan pada Rabu (3/12/2025) dan dihadiri Wakil Rektor II Universitas PGRI Pontianak, Suherdiyanto.
Dalam momentum tersebut hadir pula perwakilan Pemerintah Daerah Kapuas Hulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, diwakili Yohanes Niko.
Wakil Rektor II Universitas PGRI Pontianak, Suherdiyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kapuas Hulu, khususnya Kadisdikbud Petrus Kusnadi beserta jajaran, yang dinilai sangat akomodatif dalam mendukung pelaksanaan PLP 2 di wilayah perbatasan tersebut.
“Sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara Universitas PGRI Pontianak dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu bukan sekadar kemitraan, tetapi menjadi pondasi kokoh dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Suherdiyanto.
Ia juga memberikan penghargaan kepada kepala sekolah, guru pamong, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan di sekolah mitra. Menurutnya, para pendidik di Kapuas Hulu telah menjadi “rumah kedua” bagi mahasiswa PLP 2, sekaligus mentor yang membentuk kompetensi dan etika profesional para calon guru tersebut.
Selama sekitar tiga bulan, mahasiswa PLP 2 melaksanakan praktik mengajar, mengelola kelas, hingga menghadapi dinamika pembelajaran di lapangan. Pengalaman itu disebut Suherdiyanto menjadi bekal penting bagi perjalanan mereka sebagai calon pendidik profesional.
“Kami yakin setiap tantangan dan proses yang dijalani mahasiswa selama PLP 2 telah mengasah keterampilan mereka ke tingkat yang lebih tinggi dan membentuk karakter yang lebih matang,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kadisdikbud Kapuas Hulu, Yohanes Niko, menyampaikan dukungan penuh terhadap program PLP 2.
Ia bahkan meminta agar kuota penempatan mahasiswa untuk Kapuas Hulu dapat ditambah pada tahun mendatang.
“Kami meminta kuota untuk Kapuas Hulu ditambah dan disebarkan ke daerah-daerah yang kekurangan guru, terutama wilayah terpencil,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu berharap kemitraan dengan Universitas PGRI Pontianak terus berlanjut agar kebutuhan tenaga pendidik di daerah perbatasan dapat terbantu melalui program PLP. (*)