PONTIANAK, SP – MAN 1 Pontianak mulai melakukan persiapan pelaksanaan ibadah kurban Tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Langkah awal tersebut ditandai dengan pertemuan terbatas antara Kepala MAN 1 Pontianak bersama tim kurban yang berlangsung di ruang kepala madrasah beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi pelaksanaan kurban Tahun 1447 H/2026 M, tetapi juga menjadi momentum untuk menyusun program dan strategi pelaksanaan kurban pada tahun mendatang. Melalui persiapan yang dilakukan sejak dini, MAN 1 Pontianak berharap pelaksanaan kurban dapat berlangsung lebih baik, tertib, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa perencanaan yang matang merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan ibadah kurban. Karena itu, panitia diminta mulai bekerja sejak sekarang dengan melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk menjaring calon muqarrib atau peserta kurban.
“Silakan ditawarkan kepada rekan-rekan guru maupun tenaga kependidikan untuk menjadi muqarrib pada tahun 2027 mendatang. Namun secara teknis perlu diatur dengan baik, baik terkait mekanisme setoran maupun alternatif lainnya agar memudahkan peserta,” ujar Sholihin saat memberikan arahan kepada tim kurban.
Menurutnya, program kurban di lingkungan MAN 1 Pontianak tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga memiliki nilai pendidikan yang penting. Melalui kegiatan tersebut, warga madrasah dapat belajar tentang keikhlasan, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) MAN 1 Pontianak, Abdul Majid, bersama anggota tim kurban. Berbagai aspek persiapan dibahas, mulai dari strategi sosialisasi kepada calon peserta kurban, sistem administrasi dan pembayaran, hingga penguatan koordinasi antar panitia.
Abdul Majid menyambut baik arahan kepala madrasah untuk memulai persiapan lebih awal. Menurutnya, langkah tersebut memberikan waktu yang cukup bagi panitia untuk melakukan pendataan calon muqarrib sekaligus menyusun mekanisme pelaksanaan yang lebih efektif, tertib, dan transparan.
“Dengan persiapan yang lebih panjang, panitia dapat bekerja lebih maksimal sehingga pelaksanaan kurban tahun depan dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
MAN 1 Pontianak berharap jumlah peserta kurban pada Tahun 1448 H dapat meningkat. Selain itu, tata kelola pelaksanaan kurban juga diharapkan semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang berhak menerima.
Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen MAN 1 Pontianak dalam membangun budaya ibadah dan kepedulian sosial secara berkelanjutan. Di sisi lain, program kurban juga terus dikembangkan sebagai salah satu kegiatan keagamaan unggulan yang tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan madrasah. (*)