Potret post authorBob 28 Juli 2021

Terima Bantuan Tabung Oksigen, Pangdam XII/Tpr Apresiasi Pemerintah Malaysia

Photo of Terima Bantuan Tabung Oksigen, Pangdam XII/Tpr Apresiasi Pemerintah Malaysia FOTO BERSAMA - Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menerima penyerahan Bantuan Tabung Oksigen dari Pemerintah Sarawak, Malaysia untuk Provinsi Kalimantan Barat, di Tapal Batas PLBN Tebedu, Sarawak, Malaysia, Rabu (28/7). Suara Pemred/Dino

PANGLIMA Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menerima penyerahan Bantuan Tabung Oksigen dari Pemerintah Sarawak, Malaysia untuk Provinsi Kalimantan Barat.

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Menteri Sarawak merangkap Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Pelabuhan, Tan Sri Datuk Amar Dr. James Jemut Masing Timbalan.

Acara serah terima berlangsung di Tapal Batas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Tebedu, Sarawak, Malaysia, Rabu (28/7).

Bantuan oksigen ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Indonesia dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kalbar dengan Pemerintah Sarawak Malaysia untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah Kalbar.

Saat memberikan keterangan, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mewakili Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia yang telah membantu oksigen.

"Kami bersyukur Malaysia bisa membantu dalam kekurangan ini. Kurang lebih 7 isotank. Ini sangat-sangat membantu. Karena memang kondisi kami di Kalbar sangat terbatas," ucapnya.

Pangdam XII/Tpr yang juga selaku Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kalbar menyampaikan hal ini tentunya akan sangat membantu memenuhi pasokan oksigen di Kalbar. Sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kekhawatiran masyarakat.

"Kami berharap kedepannya ini bisa ditingkatkan dalam level perdagangan. Karena kebutuhan oksigen kita sangat besar. Kita saling menjaga," kata Mayjen TNI Nur Rahmad.

Sebanyak tiga ISO Tank Oksigen dengan kapasitas 50 ton dari Sarawak, Malaysia di kirimkan ke Provinsi Kalbar. Serahterima dilakukan di zona netral perbatasan Indonesia-Malaysia, PLBN Entikong pada Rabu (28/7).

Mayjen TNI Nur Rahmad mengatakan dukungan oksigen dari pemerintah Sarawak Malaysia tersebut tentu sangat membantu Provinsi Kalbar. Karena saat ini oksigen sangat penting dan dibutuhkan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. 

"Bantuan ini sangat bisa membantu warga Kalbar yang tengah kesulitan dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat sekarang," ucapnya.

Ia menambahkan bantuan tersebut diharapkan bisa menjaga kebutuhan oksigen di Provinsi Kalbar.  Selama ini pasokan oksigen di Kalbar hanya bisa bertahan dalam tiga hingga lima hari. Dengan bantuan dari pemerintah Sarawak Malaysia tersebut akan menambah pasokan oksigen hingga bisa bertahan sampai tujuh hari.

"Kita tentu sangat berterimakasih atas kerjasama ini, karena untuk minggu ini kita didukung empat ISO tank," katanya.

Mayjen TNI Nur Rahmad memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerjasama dan solidaritas dari pemerintah serta seluruh warga Malaysia. Dengan perhatian dan kontribusi tersebut maka akan membantu pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Kalbar untuk melawan pandemi Covid-19.

"Dukungan oksigen ini akan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam upaya penyelamatan pasien Covid-19. Kita berharap agar Indonesia segera mampu mengatasi pandemi Covid-19 yang terjadi," jelasnya

Dirinya menyampaikan kerjasama tersebut merupakan suatu hal yang baik. Bahkan diharapkan kedepan upaya kerjasama tersebut terus bisa dilanjutkan. Bahkan kemungkinan juga bisa ditingkatkan pada beberapa sektor lainnya. 

"Kerjasama ini merupakan sesuatu hal yang baik, sambutan yang baik dari pemerintah Malaysia juga perlu kita apresiasi," paparnya. Sementara itu Timbalan Ketua Menteri Negeri Sarawak, James Jemut Masing mengatakan pandemi Covid-19 telah melanda bukan hanya pada negara Malaysia akan tetapi terjadi pada seluruh dunia termasuk negara tetangga Indonesia. 

"Berdasarkan laporan lonjakan kasus Covid-19 sangat tinggi. Sehingga keperluan kebutuhan oksigen di tahap yang kritis sekarang," kata Timbalan.

Ia menambahkan atas dasar hubungan diplomatik serta kerjasama yang erat. Maka pemerintah Sarawak Malaysia memberikan persetujuan untuk membantu menyalurkan serta mengekspor oksigen untuk keperluan darurat kepada Provinsi Kalbar Indonesia.

"Saya berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan masalah yang dihadapi Provinsi Kalbar. Kita berdoa agar situasi pandemi Covid-19 ini akan dapat dibendung dan menurun," katanya.

Sementara itu Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Kuching Malaysia, Yonny Triprayitno mengatakan pada masa pandemi Covid-19 memang ada pelarangan ekspor impor melalui perbatasan. Akan tetapi karena adanya permintaan dari Gubernur Kalbar terkait kebutuhan oksigen. Maka pihaknya melakukan pendekatan dengan Ketua Menteri Sarawak. 

"Hari ini tiga ISO tank, mungkin yang berikutnya kita tunggu proses lebih lanjut," kata Konsul Jenderal (Konjen) Republik Indonesia Kuching Malaysia, Yonny Triprayitno.

Ia menambahkan karena kondisi pandemi Covid-19 proses ekspor impor pada PLBN di tutup. Namun karena mempertimbangkan faktor kemanusiaan dan adanya permintaan dari Gubernur Kalbar. Maka PLBN dibuka dan diizinkan untuk mengirim oksigen ke Kalbar.

"Pengiriman oksigen ini melanjutkan yang sudah dilakukan sebelumnya pada 23 dan 24 Juli lalu," katanya.

Yonny mengungkapkan pihaknya terus berupaya keras membantu Gubernur Kalbar.

Perjuangan untuk mempercepat proses ini hanya terhambat hari libur. Setelah proses yang dilakukan pada Rabu (21/7) lalu pihaknya mendapatkan informasi adanya persetujuan dan dukungan bantuan oksigen dari pemerintah Sarawak Malaysia. 

Lalu pada Kamis (22/7) bertepatan dengan hari Sarawak, Ketua Menteri Sarawak membuat statmen di media mendukung untuk bantuan oksigen tersebut. Kemudian pada Jumat (23/7) diproses seluruhnya dalam satu hari.

"Pada malam harinya berangkat tangki menuju Entikong. Bahkan kita dibantu untuk dibukanya border hingga pukul 21.00 WIB untuk pengiriman satu ISO Tank pertama," katanya. (din)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda