Sambas post authorEliazer 02 September 2022

Tingkat Peran Masyarakat Kelola Ekowisata Penyu di Desa Sebubus

Photo of Tingkat Peran Masyarakat Kelola Ekowisata Penyu di Desa Sebubus Kegiatan sosialisasi pengelolaan Ekowisata Penyu di Pantai Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

SAMBAS, SP - Menyosialisasikan kegiatan atau program agar masyarakat dapat langsung merasakan dampak yang diterapkan di kehidupan sehari-hari ternyata tidak hanya dapat dilakukan disebuah ruangan ataupun ditempat yang formal.

Seperti yang dilakukan Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Kalbar, saat kegiatan optimalisasi peran kelompok pemuda dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Melalui pengelolaan Ekowisata Penyu di Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas menjadi tema kegiatan BPPD Kalbar yang dilaksanakan di Pantai Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Penyelenggaraan sosialisasi yang dilakukan dalam pengelolaan ekowisata penyu tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja itu dikemas santai di tengah hutan cemara, di kawasan Pantai Paloh. Hadir sebagai nara sumber kegiatan dari Dinas Kelautan dan salah satu pengusaha sukses di Kota Pontianak.

Para pemateri memberikan pengalaman, serta ilmu yang mereka miliki agar warga sekitar kawasan Pantai Paloh dapat mengaplikasikan ilmu yang diserap untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala BPPD Kalbar, Alexander Rombunang menjelaskan kegiatan ini merupakan wadah bagi para pemuda terkait ekowisata di kawasan konservasi penyu.

Ekowisata merupakan perjalanan yang bertanggung jawab dalam lingkungan sekitar, menopang kesejahteraan masyarakat setempat yang melibatkan interprestasi, serta pendidikan lingkungan hidup.

"Konsep ekowisata memadukan tiga komponen penting, yaitu konservasi alam, pemberdayaan masyarakat lokal dan peningkatan kesadaran lingkungan hidup," ungkap Alexander Rombunang lewat Zoom Meeting saat membuka kegiatan Koordinasi jejaring pemuda dalam Pengelolaan Ekowisata Penyu di Kecamatan Paloh dengan tema Optimalisasi Peran Kelompok Pemuda Dalam  Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengelolaan Ekowisata Penyu di Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas, di Dusun Tanjung Api Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas.

Dijelaskannya pula bahwa mempertahankan keberadaan penyu, tidak hanya dapat diberikan tanggung jawab kepada satu dinas saja, melainkan harus bersama-sama dinas serta stakeholder lainnya.

"Menjadi tugas bersama menjaga habitat penyu, khususnya di kawasan yang juga kami dukung sebagai kawasan wisata di Dusun Tanjung Api, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas," tegasnya.

Ditambahkan Alexander, melalui kegiatan ini pula terciptanya usaha perlindungan dan harmonisasi dalam perlindungan hutan pantai.

"Terutama perlindungan dan konservasi penyu dalam pengembangan ekowisata dengan melibatkan generasi muda dan para pemangku kepentingan, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat setempat," paparnya.

Diakuinya melalui kegiatan ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sesuai data yang didapat, terutama dengan panjang kawasan sepanjang 63 kilometer, terhadap kawasan konservasi penyu yang berbatasan dengan Teluk Melano Malaysia itu.

Kepala Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Irfan menambahkan kegiatan yang diselenggarakan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar, khususnya di kawasan Desa Sebubus.

"Kami bangga desa kami menjadi tempat diadakannya kegiatan ini, selain membawa nama baik, termasuk dapat mempromosikan Desa Sebubus dan mengangkat perekonomian serta menjaga masyarakat agar perduli dengan lingkungan," tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut BPPD Kalbar juga memberikan bantuan berupa sarang madu kelulut. bantuan yang diberikan diharapkan dapat menambah peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon cemara dan pelemparan bola pingpong sebagai pengganti telur penyu yang merupakan simbol pelestarian penyu yang dilakukan puluhan warga Desa Sebubus, termasuk pelepasan tukik (anak penyu yang baru lahir) di Pantai Pesisir Tanjung Api.

 

Pelepasan tukik dilakukan sesuai Standard Operational Procedure (SOP) yang sebelumnya juga dilakukan kegiatan padat karya kerja bakti di daerah zona inti, sebelum tukik dilepaskan.

BPBD juga menghadirkan nara sumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, WWF Marine Kalbar, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Kalbar dan Lembaga Swabina Prakarsa. (ril)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda