Sambas post authorKiwi 04 Maret 2021 61

BPBD Sambas Berupaya Padamkan Karhutla

Photo of BPBD Sambas Berupaya Padamkan Karhutla PADAMKAN API – Petugas sedang memadamkan api yang membakar lahan di sebuah daerah.

SAMBAS, SP – Titik api (hotspot) tersebar di beberapa lokasi di Kabupaten Sambas berdasar pantauan satelit. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Ferry Madagascar melalui Kepala BPBD Sambas, Yudi.

"Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim di lapangan, mulai dari BPBD, Manggala Agni, unsur pemerintah kecamatan, desa, masyarakat dan TNI-Polri," ungkapnya, Rabu (3/3).

Karhutla, kata Yudi, meliputi beberapa wilayah yang di antaranya merupakan lahan gambut, sehingga upaya pemadaman cukup sulit dilakukan.

"Misalnya penanganan Karhutla di Kecamatan Jawai dan Teluk Keramat, sampai saat ini masih dilakukan karena sebagiannya merupakan lahan gambut," katanya.

Selain pada wilayah tersebut, Karhutla juga terjadi di Desa Sepadu, Kecamatan Semparuk.

Upaya pemadaman cukup berat dikarenakan jarak tempuh yang jauh serta kondisi medan yang berat.

“Dari laporan yang diterima, jarak tempuh menuju lokasi lahan terbakar mencapai 12 kilometer menggunakan kendaraan bermotor dan harus jalan kaki lagi menuju titik api sekitar 2 kilometer,” ungkapnya.

Yudi juga menyampaikan, debit air yang ada di kanal kondisinya sudah mengering sehingga sulit memadamkan api.

"Personel TNI, Polri dan masyarakat sudah berusaha memadamkan api tersebut dengan alat seadanya, tetapi untuk sementara api masih belum bisa dipadamkan," katanya.

Pihaknya juga akan mengambil langkah preventif dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan semua pihak, agar Karhutla tidak semakin menjadi di Kabupaten Sambas.

Karhutla merupakan kategori bencana dan sudah menjadi tanggung jawab bersama yakni pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Tiga komponen ini bersama-sama berupaya mengatasi bencana yang terjadi.

“Kita akan menyurati Bupati, terkait situasi dan kondisi musim sudah berkurangnya curah hujan. Kemudian kelanjutannya akan kita agendakan sosialisasi ke wilayah-wilayah yang rawan terjadinya karhutla," pungkasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda