Sambas post authorKiwi 06 Mei 2021

Apel Operasi Ketupat 2021, Bupati: Idul Fitri Wajib Patuhi Prokes Covid-19

Photo of Apel Operasi Ketupat 2021, Bupati: Idul Fitri Wajib Patuhi Prokes Covid-19 PEMBINA APEL - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bertindak sebagai Pembina Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan di Aula Dhira Wijaya Polres Sambas guna pengamanan Operasi Ketupat 2021, Rabu (5/5).

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili hadir pada Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan di Aula Dhira Wijaya Polres Sambas guna pengamanan Operasi Ketupat 2021, Rabu (5/5).

Selain Bupati Sambas, hadir juga Kapolres Sambas, AKBP Robertus B Herry Ananto Pratiknyo, Dandim 1208/Sambas, Letkol Inf Setyo Budiono, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, serta Polsek jajaran yang ada di Kabupaten Sambas.

Atbah bertindak sebagai Pembina Apel dan diamanatkan untuk membacakan sambutan Kapolri. Diungkapkan bahwa pengamanan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri itu dilaksanakan serempak oleh polisi dan jajaran di seluruh Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Sambas.

Kata dia, tahun ini menjadi tahun kedua terjadinya Pandemi Covid-19 di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya, menaati protokol kesehatan mesti tetap dilakukan dan diperketat, hingga pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

"Saat ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Idul Fitri pada masa pandemi, maka pemerintah, baik pusat dan daerah, masih melaksanakan larangan mudik dan pendisiplinan protokol kesehatan," katanya, Rabu (5/5).

Untuk Kabupaten Sambas, kata Atbah, tahun ini pelaksanaan Salat Idul Fitri diperbolehkan. Namun demikian, mesti dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

"Pelaksanaan Idul Fitri 1442 Hijriah dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," ungkapnya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan juga perlu dipantau dengan baik agar tidak menimbulkan gangguan-gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Peningkatan kegiatan masyarakat pada bulan Ramadan berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas dan lalu lintas sehingga diperlukan kehadiran petugas di tengah-tengah masyarakat," tutupnya.

Jelang lebaran, Sambas relatif paling aman Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Fattah Maryunani menyebutkan masyarakat Kabupaten Sambas yang positif Covid-19 justru paling rendah sehingga Kabupaten Sambas masih berada di zona kuning dengan tingkat paling tidak berisiko.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Tim Satgas hingga Selasa (4/5/) sebanyak 61 orang sedang dalam perawatan, sembuh sebanyak 227, tidak ada konfirmasi baru penderita Covid-19.

"Ya, kalau lihat dari yang positif Covid-19, Kabupaten Sambas justru dari yang paling rendah, bahkan Sambas masih dalam zona kuning serta dengan tingkat paling tidak berisiko," katanya, Rabu (5/5).

Kabupaten Sambas, kata Fatah, sudah berusaha maksimal dalam melakukan pencegahan Covid-19.

"Kita selalu melakukan tracking dan treatment. Kita juga sudah bikin posko desa, bahkan mulai besok kita juga membuka posko di perbatasan antara Sambas-Singkawang di Semelagi," ujarnya.

Masyarakat Sambas juga banyak yang pulang dari bekerja di luar negeri, namun dalam beberapa hari ini tidak banyak lagi, hanya sekitar 100an dikarenakan surat jalan tidak dikeluarkan lagi oleh Konjen RI.

"Terkait vaksin yang dikirimkan ke Kabupaten Sambas jauh dari sasaran yang ditargetkan," pungkasnya.

Dapat Ditekan

Tokoh Pemuda Sambas, Jepriadi menilai, masyarakat Sambas menerima edukasi mengenai Covid-19 dengan cukup baik, sehingga angka sebaran virus tersebut bisa ditekan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas.

"Kalau dulu memang sempat di pasar-pasar dan kafe, masyarakatnya membandel dan berkerumun, itu di awal pandemi. Kemudian Satgas Covid-19 Kabupaten Sambas turun dengan amat gencar, memberikan edukasi dan pemahaman bahaya Covid-19 dan cara menghindarinya kepada masyarakat," ungkapnya.

Hal inilah, kata Jepriadi, yang kemudian lama-lama menjadi kebiasaan masyarakat, karena sering diimbau dan diingatkan sehingga membekas dan jadi kebiasaan.

"Pada akhirnya masyarakat menjadi terbiasa untuk menerapkan pola hidup dengan protokol kesehatan, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Hasilnya sekarang angka penularan cenderung rendah dibanding daerah lainnya," katanya.

Kendati demikian, Mantan Ketua Karang Taruna Kabupaten Sambas ini mengingatkan agar hal tersebut tidak membuat masyarakat menjadi dilonggarkan, peringatan dan ajakan mematuhi protokol kesehatan mesti tetap dilakukan.

"Harus tetap selalu mengingatkan masyarakat agar menaati protokol kesehatan, apalagi menjelang Idul Fitri. Kita berharap tidak ada izin keramaian yang dikeluarkan. Siagakan patroli Satgas Covid-19 di daerah wisata untuk meminimalisir kerumunan dan menegakkan protokol kesehatan," pungkasnya. (noi)




 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda