Sambas post authorKiwi 13 Januari 2021 48

Poktan Sumber Harapan Panen Padi Cilosari, Satu Hektare Hasilkan 4,5 Ton

Photo of Poktan Sumber Harapan Panen Padi Cilosari, Satu Hektare Hasilkan 4,5 Ton PANEN - Kelompok Tani (Poktan) Sumber Harapan Desa Sempalai Sebedang bersama pejabat terkait foto bersama saat panen padi varietas Cilosari, Selasa (12/1).

SAMBAS, SP - Kelompok Tani (Poktan) Sumber Harapan Desa Sempalai Sebedang, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas panen padi varietas Cilosari, Selasa (12/1). Panen kali ini merupakan panen perdana di tahun 2021.

Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan, Suwandi mengatakan panen perdana petani Desa Sempalai Sebedang ini disambut antusias oleh petani di desa tersebut.

"Kami menyambut ini dengan antusias, semangat melaksanakan panen perdana demi pertanian semakin maju," ujarnya.

Kata dia, kegiatan ini memang baru pertama kalinya dilaksanakan di Kecamatan Sebawi, sehingga wajar jika di sambut baik oleh masyarakat setempat.

Lebih lanjut, dia menuturkan, untuk tahap pertama ini lahan seluas satu hektare dijadikan lokasi panen perdana.

"Di lahan seluas satu hektare ini menghasilkan 4,5 ton hasil panen padi. Nantinya akan dijual di pasaran Kabupaten Sambas," ungkapnya.

Diungkapkan bahwa kendala masyarakat selama mengembangkan pertanian adalah berupa alat pertanian, pupuk subsidi serta serangan hama pertanian melanda pertanian di Desa Sempalai Sebedang.

Oleh karenanya, Suwandi sebagai Ketua Poktan Sumber Harapan berharap agar pemerintah bisa selalu memperhatikan petani di desa.

Sementara Camat Sebawi, Rahmat mengatakan sekarang setiap desa didorong untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nantinya diharapkan bisa menghimpun potensi dan kebutuhan di masing-masing desa.

"Sekarang desa diminta untuk membentuk BUMDes. Itulah salah satu upaya bagaimana pemerintah desa merangkum kebutuhan masing-masing melalui BUMDes. Baru kemudian dibentuk unit-unit pengembangan, termasuk pertanian," ujarnya.

Dengan begitu, nantinya bisa menghimpun kebutuhan dan keperluan masing-masing desa. Karenanya, dengan adanya unit pertanian di setiap BUMDes ke depan bisa menjadi pemberdayaan bagi petani-petani di desa.

Selanjutnya, seluruh komponen harus duduk bersama bagaimana caranya untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Kecamatan Sebawi. Ini guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sebawi.

"Kalau boleh saya saran, sewaktu-waktu kita duduk dengan dinas dan lainnya bagaimana untuk meningkatkan produktivitas pertanian kita," tuturnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan, selain sektor tanaman pangan, sektor holtikultura juga menjanjikan.

 

Kata dia, masyarakat bisa juga bertani sayur-sayuran, selain karena waktu tanam yang relatif singkat, juga memiliki harga jual yang menjanjikan.

"Sebenarnya dalam bidang pertanian sayur-sayuran itu lebih menjanjikan karena waktu tanamnya juga tidak lama dan harga jualnya cukup tinggi," tutupnya.

Sediakan Pasar

Pemuda Dusun Palai, Desa Sempalai Sebedang, Kecamatan Sebawi, Didip berharap pemerintah daerah bisa berkontribusi terhadap petani dengan konsep pengembangan pertanian secara moderen.

"Kita menginginkan pemerintah daerah bisa ikut berpartisipasi dalam mengembangkan pertanian moderen, mulai dari peralatan maupun lainnya," ungkapnya.

"Selain itu, harapan saya agar pemerintah juga menyediakan pasar untuk petani agar petani dapat menjual hasil pertanian dengan nilai jual tinggi," sambung Didip.

Selain itu, mereka juga menginginkan agar pemerintah juga bisa memperhatikan sisi kesehatan bagi para pejuang pangan Kabupaten Sambas itu.

Menurutnya, untuk perlindungan kesehatan petani juga bisa diberikan asuransi. Salah satunya dengan mendaftarkan mereka ke BPJS Kesehatan, atau program pemerintah daerah lainnya.

"Saya juga berharap agar untuk bidang kesehatan para petani bisa diberikan BPJS dari pemerintah khusus petani. Karena hasil petani dan untuk biaya hidup saja terkadang tidak cukup, ditambah biaya lain-lain dan untuk bayar kesehatan lagi," tutupnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda