Sambas post authorKiwi 14 Oktober 2021

Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Photo of Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Anggota Polsek Tebas menangkap SU, tersangka tindakan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Rabu (13/10)

SAMBAS, SP - Anggota Polsek Tebas menangkap pria berinisial SU, warga Kecamatan Subah karena diduga melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kapolsek Tebas, IPTU Ambril mengatakan, karena tidak mau bertanggung jawab maka pelaku dilaporkan oleh orang tua korban dan dilakukan penangkapan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Memang benar telah dilakukan penangkapan terhadap SU, Rabu (13/10) sore, dan saya memimpin langsung penangkapan tersebut di Desa Bukit Segoler Kecamatan Tebas," ujar Ambril, Rabu (12/10) malam.

Penangkapan dilakukan menindaklanjuti laporan terhadap tersangka SU pada 28 September 2021.

Tersangka persetubuhan terhadap anak di bawah umur, menurut Kapolsek, melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang baru berusia 15 tahun yang merupakan warga Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas.

"Tersangka saat ditangkap sedang berada di rumah korban di Desa Bukit Segoler, dan saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan. Sehingga langsung kita bawa ke Mapolsek Tebas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Kapolsek.

Kapolsek menerangkan, awal mula terjadinya kasus tersebut, korban dan pelaku berkenalan melalui media sosial facebook.

"Melalui media sosial pelaku menyatakan menyukai korban, yang kemudian pelaku berinisiatif  mengajak korban untuk saling bertemu," kata Ambril.

"Ajakan untuk bertatap muka langsung oleh pelaku disetujui oleh korban, sehingga mereka saling bertemu. Dan beberapa waktu kemudian terjadi tindakan persetubuhan terhadap anak di bawah umur oleh pelaku kepada korban," jelas Ambril.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun.

Kepala Desa Bukit Segoler, Khalid mengatakan, atas laporan tindak persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang merupakan warga Desa Bukit Segoler, akan terus dilanjutkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Langkah hukum diambil karena pelaku kami anggap tidak mau bertanggung jawab, sehingga laporan kepada polisi yang kami buat akan tetap dilanjutkan hingga proses lebih lanjut," katanya.

Diungkapkan oleh Kades Bukit Segoler, jika sebelumnya sudah dilakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

"Akan tetapi pelaku bahkan sempat menghilang, sehingga kami melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak kepolisian. Kami tentu berharap pelaku dapat dihukum berat sesuai peraturan yang ada," kata Khalid.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengatakan proteksi terhadap anak-anak dari bahaya pergaulan bebas harus dilakukan oleh orang tua.

"Ini menjadi dampak pergaulan yang mesti diwaspadai oleh orangtua, berawal dari perkenalan, kemudian terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkap Bagus.

Hal ini, kata Bagus, adalah agar anak-anak tidak menjadi korban kebiadaban lingkungan yang negatif.

"Kita harus melihat aktivitas anak-anak, baik itu di lingkungan permainannya, media sosial dan sebagainya karena begitu banyak orang jahat yang siap untuk mengambil kesempatan untuk melakukan aksi mereka seperti pencabulan, pemerkosaan, human trafficking dan narkoba," tegasnya.

Dia juga berharap agar setiap pelaku kekerasan seksual dan tindakan cabul terhadap anak-anak dihukum berat, agar membuat para calon pelaku lainnya mengurungkan niat untuk melakukan kejahatan serupa.

“Kita harus melindungi anak-anak kita serta perempuan dari kasus-kasus tersebut," pungkasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda