Sambas post authorKiwi 14 Oktober 2021

Program Hibah Kementerian PUPR Anggarkan Rp20 Miliar untuk Aspal Tiga Ruas Jalan

Photo of Program Hibah Kementerian PUPR Anggarkan Rp20 Miliar untuk Aspal Tiga Ruas Jalan Bupati Sambas, Satono pada sebuah kegiatan, belum lama ini.

SAMBAS, SP – Anggaran pembangunan Jalan Simpang Empat-Tanah Hitam bersumber dari Program Hibah Jalan Daerah (PHJD) Kementerian PUPR.Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sambas, Sabib, kemarin.

Sabib mengatakan, hanya Kabupaten Sambas di Kalimantan yang mendapat program PHJD Kementrian PUPR tersebut dengan total anggaran sebesar Rp20 miliar dan merupakan program berkelanjutan selama tiga tahun mulai 2021-2023. 

Anggaran sebesar Rp20 miliar itu untuk mengaspal tiga ruas jalan yakni Jalan Simpang Empat-Tanah Hitam, Jalan Sejangkung-Kembayat, dan Jalan Sungai Batang-Pinang Merah.

"Kita sangat bersyukur dengan program PHJD Kementerian PUPR ini, sebab se-Kalimantan hanya Sambas yang dapat program dan akan berjalan selama tiga tahun dari 2021-2023," ungkapnya.

Sabib mengungkapkan pengaspalan jalan melalui program PHJD tersebut menggunakan dana talangan dari APBD Kabupaten Sambas. Program tersebut juga terkoneksi dengan jalan provinsi pada program pengembangan pariwisata nasional.

"Kalau kita lihat dari Perigi Parit sampai ke Tanah Hitam itu satu program dengan PHJD kita, karena itu adalah program provinsi yang disebut program pengembangan pariwisata nasional. Kita harap program provinsi itu berkelanjutan dari 2021-2023," katanya.

Jika program PHJD dan pengembangan pariwisata nasional Provinsi Kalbar terus berkelanjutan dan seirama selama tiga tahun, maka jalan perbatasan Sambas sampai ke Merbau akan diaspal mulus.

"Insyaallah aspal mulus kita sampai ke Merbau jika kedua program ini terus berkelanjutan," katanya.

Sabib mengatakan, karena pengaspalan jalan melalui PHJD Kementrian PUPR tersebut menggunakan dana talangan APBD Sambas, maka masyarakat patut berterima kasih kepada Bupati Sambas. Sebab, persetujuan pembangunan jalan tersebut merupakan kewenangan penuh bupati.

"Bupati harus membayar dulu dengan APBD, setelah itu kita minta ke pusat. Jadi program hibah ini tergantung bupati, kalau bupati tidak setuju dengan ruas jalannya, tidak bisa dikerjakan. Bupatilah yang memegang peran penting dalam Program Hibah Jalan Daerah ini," ujarnya

Program PHJD tersebut, kata Sabib, juga melibatkan Kementerian Perhubungan. Oleh karenanya, dia meminta sinergitas Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas agar segera memasang rambu-rambu agar kendaraan yang melewati jalan Simpang Empat-Tanah Hitam tidak membawa muatan melebihi kapasitas 8 (delapan) ton.

"Jalan ini tidak boleh dilewati kendaraan yang membawa muatan melebihi batas 8 ton. Kalau kita lihat jalan ini biasa dilalui truk sawit dengan muatan berlebihan. Kita minta Dinas Perhubungan segera pasang rambu agar jalan ini bisa tahan lama," pungkasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda