Sambas post authorKiwi 15 September 2020 163

Pemkab Sambas Intensif Tes Swab Warga, Tiap Pekan Kirim Sampel Swab ke Pontianak

Photo of Pemkab Sambas Intensif Tes Swab Warga, Tiap Pekan Kirim Sampel Swab ke Pontianak SWAB - Petugas kesehatan melakukan swab test terhadap warga yang hasil uji rapid test reaktif.

SAMBAS, SP - Antisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sambas, Dinas Kesehatan secara berkala sampaikan hasil tes swab ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fattah Mariyunani, kemarin. Menurut dia, langkah tersebut sudah sesuai dengan perintah Gubernur Kalbar Sutarmidji.

"Sambas sudah mengirim sampel setiap minggu ke Dinas Kesehatan Kalbar, hanya saja memang kita belum mencapai target yang diminta pak Gubernur yakni 200 sampel per minggu," ungkapnya, Senin (14/9).

Dipaparkan Fattah, tes swab yang dilakukan saat ini tanpa biaya atau gratis, sehingga jika ada warga yang ingin dites swab, pihaknya memperbolehkan.

"Untuk Alat Pelindung Diri (APD) petugas saat ini jumlahnya cukup dan untuk pelaksanaan swab bagi masyarakat yang menginginkan juga gratis," kata Fattah.

Pengiriman sampel tes swab tersebut, kata Fattah, sudah dilakukan sejak awal Agustus 2020.

"Pada minggu pertama, Sambas mengirim 24 sampel, minggu kedua 63 sampel, minggu ketiga sebanyak 128 sampel, dan untuk minggu keempat sebanyak 122 sampel, total untuk bulan Agustus ada 337 sampel yang sudah kita kirim," jelasnya.

Sedangkan untuk awal September, pada minggu pertama Sambas sudah mengirim 182 sampel ke pemerintah provinsi. Dari razia terakhir yang dilaksanakan oleh Dinkes, ada penambahan 78 sampel baru yang sudah dikirim

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili membenarkan bahwa Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sambas telah mengikuti perintah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji untuk mengirim sedikitnya 200 sampel setiap minggu dari setiap kabupaten.

"Perhatian kita pada Covid-19 semakin serius karena bagaimanapun saat ini kasus di Indonesia juga semakin meningkat. Ini juga perintah dari pak Gubernur untuk setiap kabupaten diminta wajib mengirim sampel swab sebanyak 200 sampel setiap pekan," ungkap Atbah.

Menurut Bupati, kemungkinan- kemungkinan kasus baru memang masih bisa terjadi. Terlebih lagi saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir dan di beberapa daerah menunjukkan gejala peningkatan.

"Ini menunjukkan bahwa kita semakin waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan kasus itu terjadi," paparnya.

Karenanya, ia berharap agar masyarakat bisa meningkatkan kedisiplinan pada protokol kesehatan agar masyarakat bisa terhindar dari Covid-19.

"Kewaspadaan harus semakin kita tingkatkan dan kedisiplinan kita terhadap protokol kesehatan juga menjadi perhatian. Mudah-mudahan kita semua tetap sehat dan terhindar dari Covid-19," pungkasnya. 

Perbanyak Tes di Desa

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengatakan dirinya mendukung diperbanyak tes swab seperti yang diperintahkan Gubernur, Sutarmidji  kepada pemerintah daerah.

"Kita mendukung penuh perbanyak swab. Hal ini untuk mengetahui secara dini berapa banyak penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Sambas," katanya.

Bagus menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Sambas memperbanyak kegiatan swab test di tingkat desa.

"Kita berharap agar bisa sampai ke tingkat desa di Kabupaten Sambas. Langkah ini dilakukan agar kita betul-betul bisa memetakan kondisi saat ini di Kabupaten Sambas dan menentukan tindakan yang akan diambil," tegasnya. (noi/bah)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda