Sambas post authorKiwi 14 September 2021

Pengolahan Cemilan dari Nanas Guna Tingkatkan Nilai Tambah Produk pada UKM Mawar Merah

Photo of Pengolahan Cemilan dari Nanas Guna Tingkatkan Nilai Tambah Produk pada UKM Mawar Merah Kelompok UKM Mawar Merah Desa Sijang.

SAMBAS, SP - Dosen Politeknik Negeri Sambas yang diketuai Susilawati, SP, MMA dan beranggotakan Sri Mulyati, SE, ME, Harmoko, SP, MSc dan Heriadi, A.Md serta mahasiswa, melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Sambas.

Kegiatan menyasar Kelompok UKM Mawar Merah Desa Sijang, Kecamatan Galing, dan dilaksanakan pada Sabtu, 4 September 2021.

Dikatakan Susilawati tujuan kegiatan tersebut yakni untuk membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) pada masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19

"Ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. UMKM ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, adanya UMKM akan menyerap tenaga kerja dan dapat mengurangi tingkat pengangguran, memberikan keterampilan dan berfikir inovasi terhadap suatu produk, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk sehingga dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

"Keberhasilan UMKM dalam diversifikasi produk olahan dari suatu produk unggulan daerah ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sumber daya manusia, memiliki keterampilan dalam pengolahan produk, menguasai teknologi, aktif dalam pertemuan, dan ikut serta pada kegiatan promosi atau kegiatan pemerintah, jeli akan peluang pasar output maupun input, serta mengetahui permintaan konsumen," paparnya.

Oleh karena itu, diperlukan diversifikasi produk olahan agar dapat meningkatkan nilai tambah produk dan dapat mendukung perekonomian Indonesia yang kuat dan kokoh.

"Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas adalah UKM Mawar Merah. UKM Mawar Merah ini berdiri pada tanggal 17 Nopember 2018. UKM ini diketuai oleh Ibu Rita dan memiliki 9 orang anggota," katanya.

UKM Mawar Merah ini melakukan kegiatan pengolahan terhadap buah nanas menjadi dodol nanas. Hal ini dikarenakan pada Desa Sijang, banyak petani yang membudidayakan buah nanas. Ketika panen raya, buah nanas sangat banyak sehingga harga jual buah nanas menjadi turun dari biasanya.

"Produksi buah nanas yang banyak ini dan kurangnya pengolahan terhadap buah nanas ini, maka menimbulkan adanya buah nanas yang mengalami penurunan kualitas atau membusuk sehingga tidak bisa dikonsumsi lagi," tuturnya.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka dibentuklah UKM Mawar Merah yang melakukan kegiatan pengolahan buah nanas agar dapat meningkatkan nilai guna dan nilai tambah dari produk nanas tersebut. Produk olahan nanas yang sudah diproduksi oleh UKM Mawar Merah adalah dodol nanas yang bermerek dodol nanas Si-Jank yang sudah banyak dikenal oleh konsumen, baik di Kabupaten Sambas maupun di luar Kabupaten Sambas.

"Sejak adanya pandemi Covid-19 pada awal bulan Maret tahun 2020 di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sambas, maka kegiatan perekonomian di Indonesia secara umum menurun dari biasanya. Ada beberapa perusahaan yang menutup kegiatannya untuk sementara waktu bahkan ada yang tidak lagi beroperasi," papar Susilawati.

Hal ini juga berdampak pada penjualan dan produksi dodol nanas Si-Jank, di mana penjualan dan produksi dodol nanas Si-Jank menurun dari sebelumnya, sehingga pendapatan anggota UKM Mawar Merah juga berkurang dari biasanya.

"Hal ini dikarenakan, pelaku usaha yang memproduksi makanan ringan tradisional, akan bersaing ketat dengan pelaku usaha makanan modern, ataupun dengan makanan ringan produk impor. Sedangkan produk olahan nanas yang diproduksi oleh UKM Mawar Merah ini hanya dodol nanas dan belum melakukan diversifikasi produk olahan nanas lainnya," ucapnya.

Agar konsumen tidak bosan mengkonsumsi buah nanas dalam bentuk olahan nanas seperti dodol nanas yang sudah diproduksi oleh UKM ini, maka perlu dilakukan diversifikasi produk olahan nanas lainnya.

Buah nanas diolah menjadi cemilan nanas sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk nanas tersebut, yang dikenal sebagai cemilan nanas rainbow.

"Komposisi dari cemilan nanas ini hanya menggunakan tiga bahan saja, yaitu buah nanas, gula pasir, dan pewarna makanan. Cemilan nanas ini diolah dengan menambahkan berbagai warna yang menarik, seperti warna pelangi (rainbow), yaitu, merah-kuning-hijau-biru-ungu, sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli dan mengkonsumsinya," jelasnya.

Kegiatan PKM ini meliputi sosialisasi, pelatihan/workshop mulai dari proses produksi hingga pengemasan produk cemilan nanas rainbow, yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 4 September 2021 di UKM Mawar Merah, Desa Sijang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas.

"Berdasarkan kegiatan PKM yang sudah dilakukan, agar unit usaha dapat bertahan dan mengembangkan unit usahanya maka perlu dilakukan diversifikasi produk olahan nanas dan didukung dengan kemasan yang unik, menarik, dan mudah dibawa (prestise) sehingga dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk tersebut sehingga dapat meningkatkan nilai guna dan meningkatkan volume penjualan produk olahan nanas," pungkasnya.(noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda