Sambas post authorKiwi 14 September 2023

PKM Dosen Poltesa Olah Nanas Jadi Camilan Sehat

Photo of PKM Dosen Poltesa Olah Nanas Jadi Camilan Sehat PKM Dosen Poltesa Olah Nanas Jadi Camilan Sehat

Sambas,SP- Upaya untuk membangkitkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus dilakukan oleh semua pihak, seperti pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. Hal ini dikarenakan unit usaha ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional.

Karenanya, dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan satu diantara Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) melaksanakan program kemitraan terhadap masyarakat yakni Peningkatan Nilai Tambah Produk Olahan Nanas menjadi Cemilan Sehat pada UKM Mawar Merah Desa Sijang Kecamatan Galing.

Para Dosen Poltesa yang diantaranya Susilawati, SP, MMA (Ketua) Sri Mulyati, SE, ME Ketti Andrayani, MP Heriadi, A.Md serta dua Mahasiswa melakukan pendampingan terhadap kelompok UMKM Mawar Merah guna peningkatan nilai tambah produk olahan nanas menjadi cemilan sehat.

Dikatakan Susilawati SP, MMA adanya UMKM akan menyerap tenaga kerja dan dapat mengurangi tingkat pengangguran, memberikan keterampilan dan berfikir inovasi terhadap suatu produk, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk sehingga dapat menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

"Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas adalah UKM Mawar Merah. UKM Mawar Merah ini berdiri pada tanggal 17 Nopember 2018. UKM ini diketuai oleh Ibu Rita dan memiliki 8 orang anggota," Kata Susilawati, Rabu (13/9/23).

Dia memaparkan, keberhasilan UMKM dalam diversifikasi produk olahan dari suatu produk unggulan daerah ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu sumber daya manusia, memiliki keterampilan dalam pengolahan produk, menguasai teknologi, aktif dalam pertemuan, dan ikut serta pada kegiatan promosi atau kegiatan pemerintah.

"Juga jeli akan peluang pasar output maupun input, serta mengetahui permintaan konsumen, oleh karena itu, diperlukan diversifikasi produk olahan agar dapat meningkatkan nilai tambah produk dan dapat mendukung perekonomian Indonesia yang kuat dan kokoh," tegasnya.

UKM Mawar Merah ini melakukan kegiatan pengolahan terhadap buah nanas, dimana buah nanas diolah menjadi dodol nanas. Dodol nanas ini diproduksi dengan merek dodol nanas Si-Jank. Namun, UKM ini belum melakukan berbagai macam produk olahan dari buah nanas," paparnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan diversifikasi produk olahan buah nanas. Diversifikasi produk olahan dari buah nanas ini bertujuan agar konsumen tidak bosan dalam mengkonsumsi buah nanas, baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan buah nanas. Selain itu, adanya diversifikasi produk olahan nanas, maka dapat meningkatkan nilai tambah produk, meningkatkan keterampilan, dan pendapatan bagi UKM Mawar Merah.

"Buah nanas merupakan buah yang memiliki kandingan nilai gizi, vitamin (Vitamin A dan Vitamin C) yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satu jenis nanas yang banyak diproduksi oleh penduduk di Desa Sijang adalah nanas madu. Nanas madu ini memiliki rasa yang lebih manis daripada jenis nanas lainnya. Buah nanas dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun berbagai bentuk olahan nanas lainnya, seperti sebagai bahan baku pada masakan, makanan ringan/cemilan, dan minuman. Produk olahan dari nanas madu dapat berupa dodol nanas, manisan, kerupuk, abon, sirup, stik nanas, pangsit nanas, permen, dan sebagainya," jelas dia.


Produk olahan nanas yang akan disosialisasikan dan disampaikan oleh Tim PKM pada UKM Mawar Merah ini berupa stik nanas dan pangsit nanas. Adapun perbedaan antara tekstur dodol nanas dengan stik dan pangsit nanas yakni jika dilihat dari tekstur dodol biasanya cenderung padat, kenyal, empuk, dan lembut, serta citarasa yang manis dan gurih. Saat digigit, bagian luarnya garing atau lebih keras dari bagian dalamnya.

"Adanya lapisan keras pada bagian luar dodol berasal dari konsentrasi gula putih. Gula pasir putih ini berperan sebagai pengawet sekaligus pembentuk lapisan keras dodol., sedangkan stik dan pangsit nanas memiliki tekstur yang gurih dan renyah," paparnya.

Bahan baku dan bahan lainnya, serta peralatan yang digunakan untuk membuat stik nanas dan pangsit nanas ini pada umumnya dimiliki oleh setiap rumah tangga.

Bahan utama untuk membuat cemilan stik nanas adalah buah nanas dan ditambah bahan lainnya, yaitu tepung terigu, tepung tapioka, margarin, garam, gula pasir, dan minyak goreng.

"Dengan demikian, aroma dari stik nanas ini masih ada aroma nanas yang manis dan segar dari rasa masamnya, cita rasa dari stik nanas ini semakin nikmat, gurih, dan renyah. Selain itu, Bahan utama untuk membuat cemilan pangsit nanas ini adalah buah nanas dan ditambah bahan penunjang lainnya, yaitu bawang putih, kaldu bubuk, lada bubuk, garam, tepung tapioka, tepung terigu, soda, margarin, telur ayam, dan minyak goreng," jelasnya.

Selain melakukan sosialisasi dan workshop mengenai diversifikasi produk olahan nanas, PKM ini juga melakukan kegiatan sosialisasi mengenai desain kemasan. Kemasan memiliki arti penting dalam pemasaran produk. kemudian dilanjutkan dengan analisis usaha cemilan sehat tersebut, yaitu stik nanas dan pangsit nanas sehingga diperoleh haga jual yang layak.

"Selain itu, untuk mencapai keberhasilan usaha, maka peran kemasan, desain kemasan, dan atribut yang ada pada label kemasan produk sangat menentukan pemasaran produk. Desain kemasan harus dapat menarik konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk tersebut," lanjut dia.

Selain itu, perilaku konsumen yang semakin kritis terhadap kemasan produk makanan sehingga harus mendapatkan perhatian khusus. Kemasan produk makan tersebut bisa menggunakan bahan yang ramah lingkungan, mudah dibawa, aman, tidak menimbulkan kontaminasi pada makanan, dan dapat memberikan informasi produk yang memadai.

"Selain faktor-faktor tersebut, maka juga harus memperhatikan kemasan yang menjadi trend bagi konsumen. Oleh karena itu, kemasan tidak hanya digunakan sebagai bahan pembungkus, tapi kemasan merupakan sarana komunikasi dan informasi tentang produk tersebut kepada konsumen. Kemasan juga merupakan salah satu unsur penting yang dapat mempengaruhi banyaknya permintaan konsumen dan banyaknya penjualan terhadap produk yang dihasilkan oleh suatu UMKM," pungkasnya.(noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda