Sambas post authorKiwi 16 Januari 2021 89

Wisata Pantai Bahari Rusak Diterjang Ombak

Photo of Wisata Pantai Bahari Rusak Diterjang Ombak RUSAK – Objek wisata Pantai Bahari di Kecamatan Jawai Selatan rusak parah diterjang ombak. Pemerintah daerah diminta memperbaiki fasilitas wisata itu.

SAMBAS, SP - Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi meminta kepada pemerintah daerah membantu pemulihan ekonomi sektor pariwisata yang terdampak cuaca ekstrem.

Dia mencontohkan, di Pantai Bahari, Kecamatan Jawai Selatan misalnya, terdampak cuaca ekstrem. Akibatnya, beberapa fasilitas pariwisata rusak ringan bahkan rusak berat.

"Kabarnya mayoritas fasilitas di Pantai Bahari rusak parah. Padahal ini adalah salah satu objek wisata baru yang ramai dikunjungi oleh masyarakat Sambas, bahkan luar kota. Karenanya, kita minta agar Pemda melalui dinas terkait bisa ikut membenahinya," ujarnya, Jumat (15/1).

Dijelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 seperti ini tidak banyak sektor yang bisa survive (bertahan). Karenanya, sektor pariwisata yang menjadi salah satu sektor unggulan harus diperhatikan.

"Sekarang kan Covid-19. Jadi harusnya sektor pariwisata bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi jika rusak diterjang angin dan gelombang, maka Pemda harus siap membantu memulihkannya, baik itu lewat stimulan dan lainnya," kata Bagus.

Dia pun meminta kepada dinas terkait bisa membantu dengan mendatangkan berbagai fasilitas keselamatan sesuai standar pariwisata pantai.

"Kita khawatir kalau terjadi sewaktu-waktu pada saat sedang padat wisatawan. Nah, bagaimana standar keselamatannya? Ini yang juga perlu dibantu dan diperhatikan oleh Dinas Pariwisata. Kalau kemarin kan terjadinya di waktu malam hari, sewaktu pantai sepi pengunjung," katanya.

"Jadi safety (keselamatan,red) kita harus utamakan guna membantu pemulihan pasca bencana angin kencang dan gelombang laut dan rob beberapa waktu lalu," tutupnya.

Sementara Tokoh Pemuda Sambas, Jepriadi mengatakan sektor pariwisata sangat terdampak terhadap kondisi cuaca ekstrem. Dia mengatakan pemerintah bisa saja mendorong hal ini sebagai bencana daerah sehingga anggaran bisa dikucurkan.

"Seingat saya kita memiliki Raperda Penanggulangan Bencana di daerah. Nah, ini mesti menjadi alat untuk membangun komitmen menjaga keberlangsungan lokasi wisata yang rusak akibat bencana banjir rob dan ombak tinggi," ungkapnya.

Dia mengatakan sentuhan tersebut sangat diperlukan. Pasalnya perkembangan wisata daerah, terutama di pesisir pantai, saat ini sangat menjanjikan.

"Dalam beberapa waktu ini, beberapa pantai di Kabupaten Sambas telah berbenah. Pantai di Kecamatan Jawai misalnya, pengunjungnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan dalam sepekan," paparnya.

Dengan tingginya angka kunjungan tersebut sangat berdampak pada perekonomian warga sekitar. Karena itulah memulihkan tempat wisata yang strategis sangat perlu untuk dilaksanakan.

"Banyak warga yang akhirnya bisa berdagang, jasa fotografi, kafe dan aneka usaha muncul. Hal ini tentu harus kita jaga dengan cara mengembalikan kondisi pantai dan tempat wisata sebagaimana sebelumnya," tukasnya.

Tunggu Respons

Satu di antara pelaku usaha di Pantai Kecamatan Jawai, Pak Tam mengatakan sangat prihatin dengan kondisi pantai yang rusak dikarenakan ombak tinggi.

"Kami para pelaku usaha sebelumnya telah banyak melakukan perubahan dan menata Pantai Bahari di Kecamatan Jawai. Hasilnya pengunjung sangat ramai yang datang, masyarakat diuntungkan dengan lakunya dagangan mereka," ungkapnya.

Pak Tam yang berprofesi sebagai fotografer di pantai tersebut juga tak ketinggalan kebagian rezeki, namun melihat kondisi terkini, dia berharap usai musim cuaca buruk, pemerintah bisa membantu memperbaiki kembali Pantai Bahari di Kecamatan Jawai.

"Kondisinya saat ini memprihatinkan. Ombak yang sangat tinggi membuat beberapa tempat yang memang kita buat sebagai spot foto, kafe dan lain-lain rusak parah. Kita berharap pemerintah bisa membantu sehingga setelah kondisi ini usai, Pantai Bahari bisa kembali beraktivitas seperti biasa," tukasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda