Sambas post authorKiwi 18 November 2021

Pemkab Sosialisasi Bansos kepada Penerima

Photo of Pemkab Sosialisasi Bansos kepada Penerima Bupati Sambas, Satono sosialisasi tentang pertanggungjawaban hibah dan bantuan sosial (Bansos) kepada lembaga, tempat ibadah, dan mahasiswa tidak mampu tahun 2021, Rabu (17/11).

SAMBAS, SP - Pemerintah Kabupaten Sambas melakukan sosialisasi tentang pertanggungjawaban hibah dan bantuan sosial (Bansos) kepada lembaga, tempat ibadah, dan mahasiswa tidak mampu tahun 2021, Rabu (17/11).

Bupati Sambas, Satono mengatakan dirinya sengaja meminta agar calon penerima hibah dan Bansos dikumpulkan sebelum diberi bantuan. Tujuannya agar mereka memahami apa hak dan kewajiban sebelum dan setelah menerima bantuan tersebut.

“Saya sengaja meminta para calon penerima hibah dan Bansos tahun ini dikumpulkan, supaya uang rakyat yang dibantukan kepada rakyat ini, digunakan sesuai perencanaan, dan itu sangat penting dilakukan. Jangan sampai niat baik kita, karena caranya salah jadi melanggar aturan,” katanya.

Satono mengatakan, sosialisasi tentang pertanggungjawaban hibah dan Bansos kepada lembaga, tempat ibadah, dan mahasiswa tidak mampu terkait bagaimana penerima bantuan mengikuti mekanisme yang ada.

“Karena yang dibantukan ini adalah uang rakyat, bukan uang bupati atau uang Sekda. Kami di sini hanya perantara saja. Karena ini uang rakyat, maka harus benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya,” katanya.

Satono mengingatkan, ada aturan dan regulasi yang harus diikuti oleh penerima hibah dan Bansos agar mekanisme pelaporan kepada negara berjalan baik.

“Karena ada di Kalbar ini bantuan kepada rumah ibadah contohnya, lalu berurusan dengan penegak hukum. Jangan sampai di tempat kita terjadi seperti itu, apalagi uang yang dibantukan hanya sedikit. Itulah kenapa saya takut ada penyalahgunaan terhadap hibah dan Bansos ini,” pungkasnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana mengatakan berbagai bantuan sosial yang diserahkan kepada penerimanya diharapkan bisa dimanfaatkan sebagaimana tujuan hal tersebut dialokasikan.

"Pada prinsipnya ini merupakan salah satu bentuk upaya pembangunan, baik itu secara fisik kepada rumah ibadah dan kapasitas untuk lembaga atau personal yang menerimanya," ungkapnya.

Karenanya, kata Erwin, setiap bantuan sosial yang dialokasikan kepada penerimanya mesti akuntabel dan transparan.

"Ini adalah hal yang paling utama, selama bantuan tersebut ada dan akuntabel serta bisa dipertanggungjawabkan, maka tidak akan ada persoalan hukum kedepannya, apalagi begitu banyak bantuan sosial baik itu rumah ibadah dan sebagainya tak jarang merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan DPRD melalui proses reses di daerah daerah," pungkasnya.

Tepat Guna dan Sasaran

Tokoh Pemuda Sambas, Jimmy Pratomo menyebutkan hal yang paling penting dari bansos adalah tepat guna dan sasaran.

"Artinya dengan terpenuhinya kedua unsur tersebut Bansos akan bermanfaat secara maksimal, tepat kepada yang membutuhkan dan tepat pula dengan upaya peningkatan pembangunan yang menjadi tujuan bersama," ungkapnya.

Dia juga berharap agar bantuan di bidang pendidikan juga akan semakin gencar diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas.

"Maksudnya di sini adalah beasiswa bagi mahasiswa, karena saat ini pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi masyarakat semakin terpuruk, sementara Kabupaten Sambas memerlukan generasi berkualitas untuk mengisi pembangunan, begitu banyak mahasiswa yang berkualitas namun memiliki keterbatasan ekonomi yang harus disentuh," katanya. (noi)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda