Sambas post authorKiwi 23 Juni 2021

Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi, Jumardi Dipenjara Empat Bulan 20 Hari

Photo of Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi, Jumardi Dipenjara Empat Bulan 20 Hari Ilustrasi burung bayan yang dilindungi negara.

SAMBAS, SP - Kasus perdagangan burung bayan yang dilindungi negara yang menjerat Jumardi (31), warga Tempatan, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat telah selesai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sambas, Selasa (22/6).

Diketahui, Jumardi ditangkap dan ditahan oleh pihak Kepolisian pada hari Kamis (11/2) lalu karena kasus penjualan satwa yang dilindungi.

Kuasa Hukum Jumardi, Ridwan mengatakan pihaknya mengapresiasi putusan hakim atas kasus yang menimpa Jumardi. Jumardi diputuskan harus menjalani hukuman penjara selama empat bulan 20 hari dan denda Rp3 juta dengan subsider satu bulan penjara.

"Jumardi dituntut enam bulan penjara dengan subsider atau denda 5 juta rupiah atau diganti dengan penjara satu bulan. Tapi kita bersyukur, hakim memutuskan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), empat bulan 20 hari dan denda 3 juta rupiah dengan ganti hukuman penjara satu bulan jika tidak bisa membayar denda," ujarnya.

Dengan putusan itu, dia mengapresiasi putusan dewan hakim. Dia menuturkan, putusan itu dia nilai cukup adil bagi kliennya.

"Saya berikan apresiasi yang tinggi kepada majelis hakim yang telah memutuskan perkara ini seperti yang kita dengar. Saya kembali mengingatkan kepada kita semua bahwa kita semua pada akhirnya akan diadili nanti oleh pengadil sesungguhanya, yakni Allah yang Maha Adil saat kita menghadapnya," katanya.

"Dan sesuai iman yang kita yakini di dunia ini, jika kita menzalimi orang lain maka kita yang terlibat dalam hal ini akan mempertanggungjawabkannya. Untuk saudara Jumardi tetap tabah dan semangat serta ambil hikmah positifnya," tuturnya.

Ridwan juga menyampaikan terima kasih kepada semua pengacara yang sudah tergabung untuk membantu dan meringankan hukuman Jumardi.

"Terima kasih juga pada teman-teman pengacara yang mendampingi kasus saudara Jumardi tanpa dibayar, benar-benar hal luar biasa. Juga terima kasih kepada adik-adik mahasiswa serta siapa saja yang terlibat untuk mensupport Jumardi," tuturnya.

Setelah putusan itu, dia menyerahkan semuanya pada pihak keluarga Jumardi. Sementara itu, kata dia, pijak JPU masih akan mempelajari putusan itu lebih lanjut.

"Kami selaku penasehat hukum menyerahkan semuanya pada terdakwa, dan terdakwa menerima, sedangkan JPU masih pikir-pikir dan mempelajari putusan tersebut," katanya.

"Pihak keluarga sudah menerima. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu. Seperti pengacara, FRKP dan JPIC Cap serta mahasiswa, khususnya yang asal Sambas," tutupnya.

Untuk meringankan beban Jumardi, pihak pengacara juga mengumpulkan uang untuk membayar denda agar Jumardi tidak menjalani subsider penjara satu bulan. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda