Sambas post authorKiwi 23 September 2020 113

Kualitas Air PDAM Buruk, Atbah Minta Direktur PDAM Baru Pecahkan Masalah

Photo of Kualitas Air PDAM Buruk, Atbah Minta Direktur PDAM Baru Pecahkan Masalah PELANTIKAN – Suasana pelantikan Direktur PDAM Tirta Muare Ulakkan Sambas, Arpandi di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (22/9)

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menegaskan kepada Direktur PDAM Tirta Muare Ulakkan Sambas, Arpandi untuk memecahkan sejumlah problem yang membelit PDAM, dari keluhan air keruh hingga sambungan PDAM yang mahal.

Hal ini disampaikannya saat melantik Direktur PDAM yang baru tersebut di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (22/9).

Atbah mengatakan, terdapat begitu banyak persoalan yang mesti diselesaikan oleh Direktur PDAM yang baru, di antaranya persoalan kualitas air, coverage atau jangkauan layanan, hingga manajemen internal perusahaan milik daerah tersebut.

"Baru pertama kali saya melantik seorang direktur, sangat banyak yang harus ditandatangani," kata Atbah.

Ditegaskan Atbah, PDAM merupakan simbol pelayanan dasar bagi masyarakat sehingga menuntut begitu banyak kesempurnaan.

"Pertama, PDAM mengalirkan air yang adalah pelayanan dasar bagi masyarakat yang selalu diadukan kepada kita," ungkap Atbah.

Diakui dia, memang banyak aduan masyarakat terkait layanan PDAM Sambas. Hal itu harus dicari solusinya.

"Pengaduan kepada saya secara pribadi tentang PDAM adalah kualitas air yang sangat buruk saat nyampai di rumah orang. Padahal ketika kita cek di PDAM kualitasnya sangat baik, tapi di rumah orang kualitasnya buruk. Saya pernah diberikan foto oleh warga warna air PDAM dan air sungai itu sama warnanya," kata Atbah.

Kemudian, persoalan jangkauan layanan yang masih terbatas. Atbah berharap agar kondisi ini juga bisa teratasi.

"Jaringan PDAM memang masih terbatas dan belum mencapai masyarakat secara keseluruhan dan ini adalah persoalan," tuturnya.

Tak kalah penting, menurut orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini yakni terkait manajemen internal perusahaan yang terkadang menguras banyak waktu dan pikiran seorang direktur.

"Lalu kemudian persoalan internal yang terkadang menguras energi kawan-kawan di internal, apalagi sampai persoalan internal ini dipublish kemana-mana. Mudah-mudahan persoalan ini semua bisa diselesaikan oleh direktur PDAM yang baru," paparnya.

Berdasar hasil penilaian asesor, Atbah mengungkapkan Direktur PDAM yang baru ini memiliki nilai plus pada etika personal.

"Hasil dari asesor ada yang paling menarik yaitu nilai etika yang sangat tinggi. Dari sini kita sampaikan harapan yang besar karena etika adalah muamalah dalam bekerja dan yakin kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan," ucapnya.

"Saya juga dengar ada keluhan mahalnya ongkos pasang baru PDAM. Ini mohon disiasati. Kita harus pikirkan ini, sosialnya juga harus diutamakan," tukasnya.

Di tempat yang sama, Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan yang baru, Arpandi mengatakan, perusahaan daerah yang dia pimpin akan berusaha memenuhi ekspektasi masyarakat.

"Seperti yang disampaikan oleh Bupati yang meminta agar ada perbaikan kualitas air, konsolidasi internal. Beliau juga meminta agar saya sebagai pemimpin bisa mengayomi seluruh karyawan di PDAM Tirta Muare Ulakan," ungkapnya.

Arpandi juga menyampaikan upaya dalam waktu dekat untuk memaksimalkan layanan PDAM Sambas.

"Harapan saya di tiga bulan kedepan pada semester empat 2020, kita sudah bisa meningkatkan kualitas air, kemudian memenuhi hal lainnya seperti yang disampaikan Bupati tadi," ungkapnya.

Arpandi juga bertekad untuk membangun kebersamaan yang baik dengan seluruh karyawan PDAM Tirta Muare Ulakkan.

"Untuk perbaikan kinerja perusahaan, akan diawali dengan membangun suasana kerja yang sehat dan ini berawal dari integritas dari seluruh karyawan yang berdasar kepada nilai-nilai kejujuran, ketaatan religius, taat pada aturan aturan dan perundang-undangan yang berlaku ini, menjadi patokan awal," ucapnya.

Kepada para pelanggan, Arpandi berjanji akan menghadirkan pelayanan terbaik, memberikan kepuasan kepada pelanggan.

"Aspek yang lain adalah pelayanan. Kita akan mengandalkan service excellent terhadap pelanggan. Kemudian juga mempercepat penanganan pengaduan. Lalu yang sudah bisa dioptimalkan, maka kita optimalkan," pungkasnya

Mesti Sumbang Pendapatan

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana mengatakan, tugas utama dari direktur PDAM yang baru adalah memperluas jangkauan pelayanan.

"Saya kira yang terpenting adalah jangkauan pelayanan PDAM yang mesti diperluas. Hal ini penting karena di beberapa lokasi di Sambas terdapat daerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih dan belum ada pipa PDAM di sana," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Erwin, secara kontinyu perbaikan kualitas air yang dialirkan juga mesti menjadi perhatian.

"Jangan ada lagi air keruh yang dialirkan kepada masyarakat. Jika memang instalasi atau pipa harus diganti, maka ini akan kita siasati bersama karena bagaimanapun ini akan sangat bergantung pada kondisi anggaran," tuturnya.

Dia juga berharap agar PDAM Sambas kedepan bisa menghasilkan profit bagi perusahaan dan menjadi tambahan pendapatan daerah.

"Jangkauan yang luas, kualitas air yang baik ini akan mendongkrak bertambahnya pelanggan dan ketaatan pembayaran tagihan. Semoga ini tercapai dan bisa menambah pendapatan daerah, tidak melulu merugi seperti sebelumnya," tukasnya. (noi/bah)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda