Sambas post authorKiwi 23 September 2021

Polres dan DPRD Sambas Tunggu Kehadiran BNN

Photo of Polres dan DPRD Sambas Tunggu Kehadiran BNN NARKOBA – Narkoba menjadi kejahatan menakutkan karena dapat merusak tatanan sosial.

SAMBAS, SP - Kapolres Sambas, AKBP Laba Meilala melalui Kasat Resnarkoba Polres Sambas, Iptu Wismo Hardijanto mengatakan Satresnarkoba Polres Sambas sangat mendukung upaya pendirian Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Sambas.

Kata dia, untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Sambas memang perlu kerja lintas stakeholder dan lintas lembaga.

"Alhamdulillah kalau dukungan dari Satresnarkoba Polres Sambas terhadap rencana pembentukan BNN Kabupaten Sambas itu yang benar-benar kita harapkan. Dan memang sudah semestinya sudah ada sejak dulu," ujarnya, Rabu (22/9)

"Paling tidak kalau sudah terbentuk, dengan luas geografis dan berbagai macam karakteristik kita juga sangat membutuhkan. Dan dalam UU 35 (UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, red) itu mengharuskan koordinasi dan lainnya, baik itu pencegahan dan penindakan," katanya.

Sebagai daerah perbatasan, kata Wismo, memang sudah semestinya memiliki BNN. Karena pihaknya di Satresnarkoba juga memerlukan bantuan dalam pencegahan peredaran narkoba.

Bahkan, kata Mantan Kapolsek Jawai Selatan itu, Polres Sambas juga siap untuk menyiapkan personel untuk nantinya membantu BNN Kabupaten Sambas.

"Jadi kami sangat mendukung dan kami sudah menyiapkan juga personel yang bisa membantu BNN Kabupaten tersebut kalau dibutuhkan," tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, untuk sepanjang tahun 2021 ini saja, mereka sudah menangani sedikitnya 54 kasus narkoba. Karenanya, pencegahan peredaran narkoba ini mesti diperhatikan lebih.

"Kalau untuk penanganan kasus sampai dengan sekarang sudah kurang lebih 54 kasus yang kami tangani," tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Solihin Kabupaten Sambas adalah satu di antara daerah yang rawan menjadi pintu masuknya narkoba ke wilayah Indonesia, melalui perbatasan RI-Malaysia.

Dia menilai, keberadaan narkoba memang sangat berbahaya bagi masa depan anak-anak dan pemuda Kabupaten Sambas. Oleh karenanya, mereka mendukung upaya pemerintah daerah untuk membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten.

"Kami memandang perlu hadirnya sebuah lembaga yang menaungi kasus ini secara khusus, seperti Badan Narkotika Daerah," ujarnya.

Kata dia, wacana dibentuknya BNN di tingkat kabupaten adalah sebagai salah satu upaya untuk melakukan deteksi dini peredaran narkoba di Kabupaten Sambas.

"BNN ini nantinya akan akan jadi bagian dari upaya kita memproteksi dan melindungi anak-anak muda di daerah Kabupaten Sambas agar tidak terjebak dalam pusaran gelap narkoba," katanya.

Hal ini, ungkap Ferdinan, juga sesuai dengan semangat dari partainya PDI-P untuk mendukung upaya pemerintah menindak semua pelaku penyalahgunaan narkoba.

"Karenanya, kami berkomitmen mendukung pembangunan BNN di wilayah Kabupaten Sambas," tutupnya.

Dirikan Panti Rehabilitasi

Tokoh Masyarakat Kabupaten Sambas, Saiban mengatakan adanya BNN di daerah ini sudah menjadi satu keharusan.

"Kita sudah lama mendengar upaya menghadirkan BNN untuk Kabupaten Sambas. Ini sudah semestinya dan banyak pihak harus menjadikan hal ini sebagai prioritas," ungkapnya.

Tokoh asal Kecamatan Pemangkat ini juga mengharapkan agar semua pihak mendukung dan mensupport adanya BNN di Kabupaten Sambas.

"Tentu karena kita berada di daerah perbatasan dan rawan menjadi jalur perdagangan narkoba, ini terbukti dengan begitu banyakanya barang haram tersebut ditemukan. Karenanya jika memang ada pihak yang tidak mendukung adanya BNN di Sambas bisa jadi mereka pelaku peredaran narkoba," tegasnya.

Selanjutnya, papar Saiban, tak hanya BNN namun adanya rumah atau panti rehabilitasi pecandu narkoba juga diharapkan ada di Kabupaten Sambas.

"Ini agar upaya memberantas narkoba bisa dilakukan secara komprehensif, hingga memperbaiki manusia yang sempat terjebak olehnya,"pungkasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda