Sambas post authorKiwi 27 Juli 2021

RPJMD Barometer Pembangunan Sambas

Photo of RPJMD Barometer Pembangunan Sambas KUNJUNGI DESA - Bupati Sambas, Satono saat mengunjungi Dusun Sei Enau, Desa Maribas, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, beberapa waktu lalu.

 

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Satono dan Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sambas 2021-2026 nantinya akan jadi parameter atau alat ukur untuk pembangunan Kabupaten Sambas dalam satu periode mendatang.

Karenanya, kepada tim ahli dan tim yang sudah dibentuk untuk penyusunan RPJMD Kabupaten Sambas diharapkan agar bisa menyinergikan rencana dan program pembangunan Kabupaten Sambas dengan rencana program pembangunan di tingkat provinsi dan bahkan pemerintah pusat.

“RPJMD adalah acuan pembangunan selama lima tahun ke depan. Dalam penyusunannya, selain mengacu pada visi misi Satono-Rofi, saya minta juga harus sesuai dengan program di provinsi dan pemerintah pusat,” ujarnya, Senin (26/7).

Satono mengatakan, mereka beberapa waktu lalu sudah melaksanakan konsultasi publik guna merumuskan dan menghimpun segala masukan terhadap rancangan awal RPJMD 2021-2026.

Dalam kesempatan itu, dia juga meminta agar berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025.

"RPJMD Kabupaten Sambas lima tahun ke depan juga akan menjadi parameter pemerintahan Satono-Rofi," katanya.

"Selain itu juga menjadi instrumen dari fungsi pengawasan DPRD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah dan menyalurkan aspirasi masyarakat sesuai dengan programnya,” sambung Satono.

Untuk itu, dia meminta kepada tim penyusun RPJMD agar bisa menyelesaikan tugasnya sesuai jadwal yang ditetapkan. Jangan sampai ada kelalaian yang bertentangan dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang mengatur soal RPJMD.

Selain itu, dia juga meminta agar melibatkan akademisi dari perguruan tinggi untuk menyempurnakan RPJMD itu.

"Kita juga harus melibatkan instansi lain seperti akademisi di perguruan tinggi dalam menyusun RPJMD ini,” tutupnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Abu Bakar optimis jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sambas mampu mengimplementasikan visi misi pembangunan dengan baik.

Kata Abu Bakar, mereka di DPRD mendukung Pemda mengambil langkah strategis dalam memanfaatkan tantangan dan peluang yang ada saat ini.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Kabupaten Sambas saat ini dari hasil analisa tim ahli yang ditunjuk pemerintah daerah adalah berkaitan dengan potensi sekaligus peluang menemukan langkah strategis membangun Kabupaten Sambas.

"Melihat paparan dari tim ahli, insyaallah apa yang menjadi visi misi pembangunan saat ini, dapat terealisasi dengan baik. Dengan jargon Sambas Baru Berkemajuan, semua komponen bisa saling mendukung," ujarnya, Senin 26 Juli 2021.

Senada dengan Bupati Sambas terkait visi misi, menurut dia, sudah seharusnya, visi misi sekarang ini menjadi visi misi semua lapisan masyarakat Kabupaten Sambas.

"Visi misi sekarang ini, bukan lagi milik Satono-Rofi, Bupati sudah mengingatkan agar semua jajaran dilingkungan Pemda, benar-benar tahu dan hafal dengan visi misi yang diusung. Ini penting, sebagai komitmen bersama mendukung pembangunan Kab Sambas," tegasnya.

Menurutnya, jika melihat konsep, strategi, tujuan dan sasaran yang diusung oleh Satono-Rofi dalam pencapaian RPJMD 2021-2026. Dia menilai, hal itu sudah  menggunakan konsep yang terukur dengan baik.

Dia pun sepakat dengan pendapat yang dikemukakan oleh tim ahli RPJMD Kabupaten Sambas. Jika melihat peluang dengan jumlah penduduk yang relatif homogen, maka dia optimis pembangunan Kabupaten Sambas dapat diwujudkan dengan baik tanpa resiko besar terhadap potensi konflik.

"Dari tim ahli menyebutkan, posisi geografis Kabupaten Sambas dekat dengan pelabuhan internasional Kijing dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia," ungkapnya.

"Nah ini kemudian menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan dan menjadi peluang baik daerah kita. Kami pihak legislatif siap mendukung dengan fungsi yang kami miliki," tutup Ketua DPRD.

Perhatikan Sektor Pertanian

Pengurus Gerbang Tani Kalimantan Barat, Jimmy Pratomo berharap Pemerintah Kabupaten Sambas memperhatikan keberpihakan anggaran pada sektor pertanian.

"Kita berharap agar dalam beberapa tahun kedepan, alokasi anggaran pemerintah kabupaten sambas di bidang pertanian akan jauh lebih besar dibanding sebelumnya," ungkap Jimmy Pratomo.

Hal ini menjadi syarat utama apabila pemerintah berupaya mendorong sektor tersebut untuk lebih produktif guna mendukung capaian visi misi daerah.

"Pada tahun tahun sebelumnya, anggaran daerah untuk sektor pertanian dirasa sangat kecil, sehingga kabupaten sambas hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi untuk memenuhi program pertanian mereka, ini tentunya tidak bisa mendukung visi misi, karena program pertanian dari pusat belum tentu menjadi faktor pendukung yang penting guna pencapaian visi misi daerah," paparnya.

Karena itu, kata Jimmy Pratomo, pihaknya akan mengawal agar keberpihakan anggaran terhadap sektor pertanian semakin besar.

"Pada periode sebelumnya, anggaran program pertanian yang dikucurkan oleh Pemda Sambas hanya sekitar Rp8 Miliar, ini tentu sangat mengecewakan, karena itu kita tekankan kembali pada masa pemerintahan yang baru sekarang, angka ini harus jauh lebih besar, demi kemajuan pertanian, demi kesejahteraan petani Kabupaten Sambas," pungkasnya. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda