Sambas post authorKiwi 27 November 2021

Transisi Energi Kelistrikan, PLN Aliri Listrik 3.600 Warga Sambas dari PLTBg

Photo of Transisi Energi Kelistrikan, PLN Aliri Listrik 3.600 Warga Sambas dari PLTBg Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah bersama Senior Mill Manager Biogas Plant PT SEC, Sudarman saat melihat langsung Biodigester Pond milik PLTBg di PT SEC./ eliazer partoguan

SAMBAS, SP – Tren transisi menuju penggunaan energi baru terbarukan (EBT) terus dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

BUMN yang sekarang ini sedang menuju ke arah itu BUMN yang mengurus kelistrikan yakni PT PLN (Persero).

Perusahaan plat merah tersebut secara sebelumnya telah menyatakan akan membangun pembangkit energi baru terbarukan sebesar 1,1 gigawatt pada tahun depan untuk mempercepat transisi energi dan meningkatkan porsi energi bersih dalam bauran energi nasional.

Namun begitu pada skala kecil, penggunaan EBT bidang kelistrikan sebenarnya telah dimulai oleh PLN.

Meski tidak secara langsung menghasilkan energi listrik dari biogas, namun PLN telah melakukan kerjasama dengan PT Sarana Esa Cita (SEC) yang merupakan perusahaan kelapa sawit bagian dari Musim Mas Group di Desa Sabung, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, yang memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).

Senior Mill Manager Biogas Plant PT SEC, Sudarman kepada sejumlah wartawan, di lokasi pembangkit listrik biogas menjelaskan, pembangkit listrik ini didirikan pada tahun 2018, dan awalnya listrik yang dihasilkan peruntukannya hanya untuk keperluan pabrik dan internal perusahaan.

"Awalnya untuk internal kita dulu, namun ternyata dengan sumber daya yang ada, daya listrik dari biogas yang kita hasilkan ada kelebihan," jelasnya kepada wartawan di lokasi biogas plant, belum lama ini.

Kelebihan daya yang dihasilkan dari pembangkit listrik mencapai sekitar 500-1000 KwH. Kelebihan inilah yang kemudian dijual dan dibeli oleh PT PLN sejak 2021, dan kemudian distribusikan untuk pelanggan PLN di kecamatan terdekat.

Sudarman merincikan bahwa biogas plant berasal dari limbah cair PKS. Sementara pabrik sendiri limbah tersebut diolah dalam kolam terbuka yang mampu menghasilkan gas metana.

Gas metana tersebut ditampung dalam sebuah membran, yang kemudian dijadikan bahan bakar listrik.

"Jadi biogas ini dimanfaatkan untuk energi baru terbarukan. Listrik yang dihasilkan ini sudah green energy," sebutnya.

Langkah yang diambil perusahaan untuk menghasilkan listrik dari biogas, kata Sudarman juga merupakan komitmen untuk mendukung peningkatan energi terbarukan.

"Penerapan energi biogas ini bisa menurunkan emisi gas rumah kaca dalam operasional kita ini secara signifikan," yakinnya.

Mengenai sumber bahan baku untuk menghasilkan energi biogas, karena berada di wilayah perkebunan kelapa sawit, tentunya tidak mengalami kendala.
Pasalnya kapasitas pabrik mampu mengolah 450 ton tandan buah segar (TBS) dalam sehari.

 


"Semua limbah dari pengolahan kelapa sawit kita tampung. Pasokan dari kebun miliki kita sangat banyak, termasuk juga dari masyarakat sekitar, TBS mereka kita beli dan kuta olah, kemudian limbahnya kita jadikan bahan baku untuk dijadikan energi listrik," tukasnya.

Musim Mas Group telah membangun 16 unit Biogas Plant se-Indonesia dan tahun ini juga akan dibangun biogas plant di Ketapang

Dalam kunjungan ke Biogas Plant tersebut, tampak hadir pula Manager PLN UP3 Singkawang, Achmad Meidiansyah dan Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sambas Agung Priambodo.

Kepada wartawan, Agung Priambodo menuturkan bahwa listrik yang dihasilkan di Biogas Plant PT SEC selanjutnya disuplai ke Sistem Khatulistiwa untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalbar yang telah ada.

“Ada sekitar 300-400 kWh yang disalurkan dari sini untuk pelanggan PLN, atau sekitar 3.600 pelanggan yang dialiri listrik dari PLTg ini," kata Agung. (jee)

Keywords PLN

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda