Sambas post authorKiwi 30 Juli 2021

Covid-19 Sebabkan Anak Putus Sekolah, Bantu Orangtua Cari Nafkah di Tengah Pandemi

Photo of Covid-19 Sebabkan Anak Putus Sekolah, Bantu Orangtua Cari Nafkah di Tengah Pandemi PUTUS SEKOLAH –Anak putus sekolah karena maslaah sosial hingga ekonomi. Mereka terpaksa bekerja di usianya yang masih belia.

 

SAMBAS, SP - Pandemi Covid-19 tak hanya membuat banyak sektor menjadi lesu, bahkan ratusan siswa SMP di Sambas putus sekolah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, Sabhan. Dikatakan, sebanyak 621 siswa SMP putus sekolah.

"Selama pandemi Covid-19, angka siswa putus sekolah mengalami peningkatan. Dari data yang berhasil kita himpun untuk siswa SMP ada 621 siswa yang putus sekolah, untuk SD masih kita himpun," ungkap Sabhan.

Dipaparkan, kondisi pandemi membuat banyak siswa yang terpaksa putus sekolah dikarenakan tidak adanya proses belajar tatap muka dan mereka kebanyakan bekerja membantu orang tua.

"Tentu banyak penyebabnya, di antaranya faktor yang menonjol yakni masalah sosial dan ekonomi, membantu orangtuanya mencari nafkah, kesehatan, termasuk keterbatasan aksesibilitas pendidikan di masa pandemi yang berkepanjangan," pungkas Sabhan.

Sementara Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi mengatakan, Pemda Sambas akan segera melakukan langkah antisipasi guna mengatasi tingginya angka putus sekolah di masa pandemi.

"Hal ini sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa memang angka putus sekolah untuk siswa SMP terbilang tinggi, karenanya harus segera kita atasi," ungkap Wakil Bupati.

Dipaparkan Fahrur Rofi, selama ini fokus bantuan sosial dan sejenisnya terkait pandemi Covid-19 memang kebanyakan terfokus pada sektor masyarakat ekonomi lemah dan terdampak. Karenanya kedepan Pemda Sambas akan memperhatikan persoalan siswa yang juga terdampak pandemi.

"Memang kita sadari angka ini tinggi dan sudah kita sampaikan kepada Satgas Covid-19. Saya juga sudah mengarahkan agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Satgas Covid-19 untuk segera menangani persoalan ini," paparnya.

"Pandemi berdampak pada siswa, mereka tidak ke sekolah, dan mulai coba-coba bekerja, bahkan ada yang menikah dini, banyak persoalan sosial yang kompleks muncul di tengah pandemi," sambungnya.

Kepala sekolah beserta wali kelas, kata Wakil Bupati, juga sudah diminta untuk aktif memantau aktivitas siswa.

"Tidak cuma pembelajaran biasa yang dimonitor oleh guru dan wali kelas, namun juga sampai kepada pendidikan budi pekerti dan tata krama serta sejenisnya, sehingga suasana belajar sebagaimana di sekolah masih bisa dirasakan," katanya.

Mesti Mulai Sekolah

Tokoh Masyarakat Sambas, Kamarudin berpendapat, setiap wilayah yang tidak dalam label zona merah Covid-19 mestinya diperbolehkan memulai proses pembelajaran tatap muka.

"Harusnya demikian, karena di sekolah untuk menertibkan siswa dan menekankan penerapan protokol kesehatan lebih mudah dilakukan dibanding pasar, tempat wisata, terminal dan lokasi rawan kerumunan lainnya, sehingga wilayah yang tidak zona merah mestinya bisa segera melakukan pembelajaran secara tatap muka," ungkapnya.

Hal ini akan menekan angka putus sekolah, siswa yang kembali aktif belajar akan berada di sekolah mendapatkan hak mereka atas pengajaran, bukan berada di luar kemudian bekerja lalu putus sekolah dan menikah.

"Kebijakan sekolah tatap muka juga semestinya berada di tangan setiap kepala daerah, Bupati dan atau Walikota, karena yang paling memahami kondisi daerahnya ya mereka. Ini penting karena kondisi tiap daerah itu berbeda, apa keuntungannya Sambas yang tidak dapam zona merah, ya bisa melaksanakan sekolah tatap muka," tegasnya.

"Kemarin di saat Pemda Sambas baru mulai sekolah tatap muka, lalu tiba-tiba Gubernur memerintahkan agar semuanya di Kalbar tidak ada Sekolah Tatap Muka,” katanya.

“Padahal kondisi kita saat itu tidak zona merah, namun treatment dari Pemprov disamakan. Akibatnya ya sekarang, banyak siswa putus sekolah karena banyak di antara mereka yang merasakan enaknya punya uang sendiri dari hasil bekerja, itu salah satunya," pungkasnya. (noi)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda