Sambas post authorKiwi 31 Juli 2021

DPRD Sambas: Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Photo of DPRD Sambas: Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran PUPUK – Pemerintah daerah diharap menambah kuota pupuk subsidi serta mengawasi pendistribusiannya agar tepat sasaran.

 

SAMBAS, SP - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas, Abu Bakar menegaskan akan memberikan perhatian khusus pada pengawasan distribusi pupuk petani.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Tangaran, Desa Simpang Empat, Kamis (29/7).

Dalam beberapa waktu terakhir, Abu mengaku selalu mendapat laporan terkait langkanya pupuk bersubsidi.

"Kami dari DPRD Kabupaten Sambas siap memberikan pengawasan pada pendistribusian pupuk bersubsidi, agar tepat sasaran, agar memang benar-benar pihak yang berhak menerima pupuk bersubsidi tersebut," tegasnya di hadapan para petani Kecamatan Tangaran yang mengikuti kegiatan panen raya.

Bersama Kepala Daerah Kabupaten Sambas, abu mengatakan tidak ingin sampai terjadi penyelewengan pendistribusian atau penggunaan pupuk bersubsidi.

Dikatakan Legislator Parta Gerindra ini, pemerintah daerah sudah berupaya maksimal agar Kabupaten Sambas mendapat kuota tambahan pupuk bersubsidi.

"Kami sebagai wakil rakyat akan memastikan agar petani kita mudah mengakses pupuk bersubsidi. Alhamdulillah, Bupati dan Wabup sudah bekerja cepat di antaranya kuota pupuk kita ditambah,” katanya.

“Tentunya kondisi ini jangan sampai tidak bermanfaat langsung bagi petani kita. Artinya jangan sampai kondisinya sama saja dengan sebelum adanya penambahan kuota pupuk maupun setelah ditambah," sambungnya.

Sementara Wakil Bupati Sambas, Fahrur Rofi saat memberikan sambutan mengapresiasi komitmen DPRD melakukan pengawasan terhadap kondisi pupuk di Kabupaten Sambas.

Menurutnya, kemitraan DPRD turut mengawasi kondisi pupuk di Kabupaten Sambas, diyakini akan berdampak baik bagi pembangunan pertanian di Sambas.

"Kami pemerintah daerah mengapresiasi komitmen dari pihak legislatif, yang menyatakan siap untuk melakukan pengawasan pendistribusian pupuk bersubsidi nantinya,” katanya.

“Tentunya ini sangat kami hormati dan kami hargai, sebagai upaya bersama memberikan kepastian warga petani menerima pupuk bersubsidi dan meningkatkan pembangunan pertanian," sambungnya.

Dorong Inovasi

Tokoh Masyarakat Sambas, Kamarudin mengatakan, pemerintah mesti mendorong inovasi pertanian agar ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi bisa ditekan.

"Selama ini ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi sangatlah tinggi, dan alokasi pupuk bersubsidi tidak bisa mencacah seluruh kebutuhan petani, artinya ini adalah persoalan dan ini yang mesti di selesaikan bersama," ungkapnya.

Dengan melibatkan banyak pihak, kata Kamarudin, inovasi pertanian mesti bergerak progresif, menemukan cara agar petani tak bisa bercocok tanam tanpa bergantung dengan ketersediaan pupuk subsidi dari pemerintah pusat.

"Kita harus memadukan para petani dengan pemerintah kabupaten, kemudian melibatkan unsur perguruan tinggi, mencari metode bercocok tanam dengan perhitungan yang tepat, dan menghasilkan panen yang optimal, khususnya padi yang paling banyak di upayakan masyarakat," paparnya.

Dirinya telah menyaksikan bagaimana program agrosolution dari PT Pupuk Indonesia, mampu mendongkrak hasil panen padi kelompok tani di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.

"Saya kira ini menjadi tawaran inovasi, yang mana dengan program tersebut bermodalkan 6 sampai 7 jutaan per hektare, petani bisa mendapatkan hasil panen 7,6 ton gabah yang jika dirupiahkan sekitar 33,5 juta, yang jika dipotong modal produksi keuntungan petani bisa mencapai 25 jutaan per satu hektare. Uniknya program ini dilakukan tanpa menggunakan pupuk bersubsidi," bebernya.

Karena itu, dia berharap agar Pemda Sambas bisa memperhatikan potensi tersebut, sebagai inovasi yang bisa dijadikan solusi bagi kemajuan pertanian d Kabupaten Sambas. (noi)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda