Sanggau post authorKiwi 01 Desember 2020 356

Dana 12 KPM PKH Dusun Pagar Silok Diduga Diselewengkan

Photo of Dana 12 KPM PKH Dusun Pagar Silok Diduga Diselewengkan

SANGGAU, SP - Dana bantuan sosial untuk 12 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Dusun Pagar Silok, Desa Balai Ingin, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan barat diduga diselewengkan. Total dana PKH yang diduga ditilap mencapai Rp113.455.000.

Kedua belas KPM PKH itu yakni Toni Dianti, Maimunah, Mamik, Supia, Ayu Narti, Atun, Sunarsih, Saripah Aini, Ratna, Amran, Suriyani dan Dahlia. Terhadap persoalan tersebut, kedua belas warga Pagar Silok ini telah memberikan kuasa kepada Riduan sebagai juru bicara mereka.

Riduan yang juga merupakan warga Pagar Siluk mengungkapkan, terungkapnya dugaan penyelewengan dana 12 KPM PKH berawal ketika empat warga Pagar Silok mendatangi kantor Kecamatan Tayan Hilir untuk mempertanyakan perihal bantuan sembako dari pemerintah.

“Mereka menghitung ada yang menerima, ada yang tidak. Saat bertanya ke pihak kecamatan inilah baru diketahui ada 12 orang yang memiliki KKS (Kartu Keluarga Sejahtera). Tapi mereka binggung kok KKS tidak diterima. Setelah didesak, barulah KKS itu diberikan pada tanggal 13 April 2020,” ungkapnya kepada wartawan di Sanggau, Selasa (1/12) malam.

Merasa ada yang janggal, dijelaskan Riduan, kemudian mereka mencoba mencairkan uang ke BRI sekaligus meminta pihak bank mencetak rekening koran. “Mengapa mereka minta print rekening koran, karena KKS itu baru diterima pada tahun 2020. Sementara KKS itu sudah ada sejak tahun 2017,” terangnya.

Setelah melihat hasil print rekening koran, dibeberkan dia, ada selisih yang cukup besar dari nominal uang yang harusnya mereka terima. “Setelah kami totalkan dari print rekening koran tersebut, total uang yang harusnya diterima 12 KPM tersebut sebesar Rp134.255.000. Sementara total uang yang diterima 12 KPM tersebut hanya Rp20.800.000. Artinya ada selisih Rp113.455.000. Ini yang dipertanyakan mereka, uangnya ke mana,” ujar Riduan.

Ia mencontohkan hasil print rekening koran atas nama Suriyani, terdata 16 kali penarikan dari tahun 2017,2018, 2019 dan tahun 2020. “Total penarikan selama tahun 2017 hingga tahun 2020 sebesar Rp16.220.000. Namun total yang diterima Suriyani hanya Rp1.200.000, yaitu pada tanggal 22 Januari 2020 sebesar Rp500.000 dan pada tanggal 25 Maret 2020. Itu artinya, ada nominal uang sebesar Rp15.020.000 yang tidak diterima Suriyani,” ungkap Riduan.

Ia menambahkan, pada tanggal 30 November 2020 pihaknya juga sudah menemui pihak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DinsosP3AKB) Kabupaten Sanggau. “Saat kami ke Dinas Sosial, ternyata bukan hanya 12 orang yang menerima bantuan PKH di Pagar Silok, tapi ada 13 orang. Kami juga kaget, karena KKS-nya tidak pernah sampai,” pungkas Riduan. (jul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda