Sanggau post authorKiwi 04 Juni 2020 103

Gaya Hidup Baru di Tengah Pandemi Covid-19, DPRD Sanggau Maksimal Dukung Pemkab

Photo of Gaya Hidup Baru di Tengah Pandemi Covid-19, DPRD Sanggau Maksimal Dukung Pemkab Wakil Ketua DPRD Sanggau Acam

Sanggau, SP – Kabupaten Sanggau tidak termasuk dalam 102 kabupaten/kota di Indonesia yang diizinkan menerapkan fase tatanan hidup normal yang baru atau new normal, selama pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Meski begitu, gayu hidup baru diharapkan bisa diterapkan seluruh masyarakat Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau.

“Meskipun Sanggau tidak masuk dalam daftar new normal. Kita harus menerapkan gaya hidup baru saat beraktivitas. Dulu tidak pakai masker, sekarang pakai. Dulu tidak bawa handsanitizer, sekarang bawa. Itu sudah harus ada di dalam tas. Jadi selain cek suhu tubuh, juga membawa alat-alat itu,” ujar Wakil Ketua DPRD Sanggau Acam, Rabu (3/6).

Begitu juga ketika berbelanja, Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Sanggau ini meminta agar selalu menggunakan masker, dan membawa handsanitizer. Selain itu, perlu juga menggunakan sarung tangan.

DPRD Sanggau, lanjut Acam, juga akan membantu pemerintah untuk mensosialisasikan gaya hidup baru atau etika berperilaku sesuai protokol kesehatan. “Anggota DPRD pastilah akan mensosialisasikan itu, karena ini untuk kepentingan masyarakat kita juga. Saya harapkan anggota DPRD maksimal membantu pemerintah mensosialisasikan ini,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah sudah berusaha melindungi rakyatnya dari Covid-19, meskipun Sanggau tidak termasuk daftar 102 kabupaten/kota yang mendapat lampu hijau untuk menerapkan new normal. 

“Kami merespon positif apa yang sudah dilakukan pemerintah. Beberapa programpun anggarannya sudah dialihkan untuk penanganan Covid. Bahkan, kita sudah tiga kali melakukan perubahan anggaran dan tidak ada persoalan,” katanya.

Senada, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Sanggau, Supriyadi juga meminta masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi dalam mencegah penyebaran Virus Corona. “Meskipun Sanggau kecil kemungkinan menerapkan new normal, etika dalam pergaulan khususnya dalam penerapan perlaku sehat tetap harus dilakukan. Ini penting untuk menghindari kemungkinan tertular berbagai macam penyakit,” katanya.

Supriyadi juga meminta pemerintah pusat, pemeirntah provinsi dan pemerintah kabupaten tidak melupakan keberadaan pesantren. Di tengah pandemi Covid-19, pesantren menghadapi dilema yang tidak bisa mereka selesaikan sendiri. “Misalnya dalam penerapan physical distancing. Bagaimana mereka bisa menerapkan itu jika ruang kamar di pondok pesantren berdempetan dan itu memang lazimnya di pondok,” ungkapnya.

Belum lagi soal protokol kesehatan bagi para santri, misalnya masker, alat cuci tangan dan lain sebagainya, lanjut Supriyadi, juga perlu mendapat perhatian. “Saya tahu persis bagaimana kehidupan santri yang mondok di pesantren. Nah, mestinya ini juga menjadi perhatian, jangan hanya lembaga pendidikan formal saja yang diperhatikan, mereka juga sama dengan kita, berpotensi terjangkit virus, apalagi tidak diberikan alat pelindung diri yang standar,” ucapnya.

Supriyadi menyebut, data terakhir yang diterimanya, Kabupaten Sanggau memiliki tujuh pesantren yang sudah terdaftar di Kementerian Agama. “Jumlah inikan tidak banyak, saya berharap betul pesantren-pesantren ini diperhatikan. Berikan mereka bantuan, baik itu APD, sembako, dan juga yang penting itu perbaikan pondok yang disesuaikan dengan standar protokol kesehatan. Nanti akan saya coba sampaikan ini ke Bupati, baik secara langsung ataupun saat rapat dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Sosialisasi Gandeng Media Massa

Tim Sosialisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau melakukan koordinasi bersama awak media massa, Rabu (3/6). Koordinasi itu sebagai persiapan rencana sosialisasi new normal kepada masyarakat.

Anggota Tim Sosialisasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro berharap, sosialisasi media massa dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Sanggau. “Sosialisasi ini untuk edukasi masyarakat termasuk soal new normal. Karena masyarakat mesti diberikan penjelasan yang benar terkait penyegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Hendro berharap, sosialisasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat mendapat edukasi melalui informasi yang benar dan akurat. “Peran media sangat penting. Bagaimanapun informasi mesti tersampaikan secara luas,” tutupnya. (jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda