Sanggau post authorKiwi 05 Juni 2020 87

Rumah Ibadah Harus Kantongi Surat Keterangan Aman Covid-19

Photo of Rumah Ibadah Harus Kantongi Surat Keterangan Aman Covid-19 PERTEMUAN - Tokoh lintas agama menghadiri pertemuan yang digelar Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau, menyikapi penyelenggaraan ibadah di tengah pandemi Covid-19 di Aula Kantor Kemenag Sanggau, Kamis (4/6).

SANGGAU, SP – Rumah ibadah di Kabupaten Sanggau akan kembali dibuka di tengah pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Tidak hanya menerapkan protokol kesehatan, rumah ibadah wajib mengantongi Surat Keterangan Aman Covid-19.

Ketentuan tersebut disosialisasikan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau ketika menggelar pertemuan dengan para tokoh lintas agama di Aula Kantor Kemenag Sanggau, Kamis (4/6). Pertemuan itu guna membahas persiapan pembukaan kembali rumah ibadah di tengah pandemi Covid-19.

Selain dihadiri tokoh lintas agama, pertemuan yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Sanggau HM Taufik ini juga dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Sanggau Ginting, Plh Pasiter Kodim 1204/Sgu Kapten Inf Eko Prasetyo Widodo dan Kabag Ops Polres Sanggau Kompol Bermawis.

“Pertemuan ini sebagai tindaklanjut musyawarah bersama Forkopimda yang digelar tanggal 2 Juni 2020 lalu di Lantai II Kantor Bupati Sanggau. Yang kami bahas tadi (kemarin, red) tentang Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman Covid di Masa Pandemi, dan juga Surat Edaran Mendagri yang mengatur tentang new normal,” kata Sanggau HM Taufik.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal sangat mendasar yang tertuang di dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020, bahwa semua rumah ibadah dapat melaksanakan kegiatan keagamaan inti, dan kegiatan keagamaan sosial.

Berkaitan keagamaan inti, Taufik mencontohkan, umat Islam misalnya shalat. Kemudian, kegiatan sosial seperti akad nikah perkawinan dapat dilaksanakan di rumah ibadah. “Intinya silakan diadakan dengan beberapa ketentuan,” terangnya.

Taufik menyebut, rumah ibadah yang akan menyelenggarakan kegiatan keagamaan seperti ibadah berjamaah atau kolektif, harus mengantongi Surat Keterangan Aman Covid-19.

Surat Keterangan Aman Covid-19, lanjut dia, dikeluarkan oleh Ketua Gugus Tugas provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan sesuai tingkat rumah ibadah, setelah berkoordinasi dengan Forkopimda setempat bersama majelis-majelis agama beserta instansi terkait di daerah masing-masing.

“Surat Keterangan Aman Covid-19 akan dicabut, bila dalam perkembangannya timbul kasus penularan di lingkungan rumah ibadah tersebut, atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol yang telah ditetapkan,” tegas Taufik. 

Patuhi Protokol Kesehatan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting mengatakan, protokol kesehatan yang dimaksud tidak hanya melihat tempat ibadah, perdaganganan atau pelaksanaan rapat.

“Secara keseluruhan kita melihat, bagaimana potensi dari orang yang berkumpul itu terhadap penularan Covid-19. Salah satunya rumah ibadah, harus mengikuti protokol kesehatan sebagaimana aktivitas lainnya,” tegasnya, Kamis (4/6).

Ginting menambahkan, protokol kesehatan yang dimaksud di rumah ibadah, diantaranya menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak. “Protokol kesehatan yang diterapkan di rumah ibadah sama dengan yang lain,” tutupnya.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda