Sanggau post authorKiwi 06 Juli 2020 108

Banjir Terjang Desa Upe Sanggau, Imbas Curah Hujan Tinggi dalam Seminggu

Photo of Banjir Terjang Desa Upe Sanggau, Imbas Curah Hujan Tinggi dalam Seminggu SURUT - Banjir di Dusun Seribot, Desa Upe, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau mulai surut, Minggu (5/7).  

Sanggau, SP - Banjir mulai melanda Kabupaten Sanggau. Minggu (5/7), curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir mengakibatkan Dusun Seribot, Desa Upe, Kecamatan Bonti terendam. Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) terdampak banjir terus dipantau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau.

“Subuh dini hari tadi (kemarin, red) kami mendapatkan informasi banjir di Dusun Seribot, Desa Upe, Kecamatan Bonti,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sanggau, Siron.

BPBD Sanggau, kata Siron, telah mengutus sejumlah personel ke lokasi banjir untuk memantau perkembangan disana. “Sudah kita utus staf kesana. Kami masih menunggu laporan berapa rumah yang terdampak, nanti kita bicarakan langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Siron meminta masyarakat yang terkena dampak banjir agar waspada, mengingat curah hujan cukup tinggi dalam seminggu terakhir. “Ini banjir musiman yang biasanya terjadi saat hujan lebat, dan tidak berlangsung lama. Tapi tetap kami mengimbau masyarakat agar waspada. Jangan sampai lengah, terutama anak-anak. Kami akan pantau terus, karena mungkin saja akan terjadi banjir yang lebih besar dan lebih parah. Intinya tetap waspada,” ucapnya.

Berangsur-angsur Surut

Tidak hanya sebanyak 13 KK, Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau, Kristian Hendro mengungkapkan, banjir yang mulai surut di Dusun Seribot, Desa Upe, Kecamatan Bonti juga berdampak terhadap banyak ikan lepas dari kolam milik warga.

“Dusun Seribot ini memang daerah rendah, intensitas curah hujan yang tinggi membuat daerah ini terkena banjir. Warga juga mengeluhkan ikan yang mereka pelihara di kolam, lepas semua. Namun pagi ini (kemarin, red) kondisi banjir sudah berangsur-angsur surut. Aktivitas warga sudah berjalan normal seperti biasa,” katanya.

Hendro mengingatkan masyarakat yang bermukim di daerah banjir, dataran rendah dan di tepian Sungai Kapuas supaya selalu waspada. “Curah hujan cukup tinggi seminggu terakhir, masyarakat harus selalu waspada. Selain banjir, ancaman longsor juga perlu diwaspadai. Kalau ada hal yang memang memerlukan bantuan, tolong sampaikan ke kami di BPBD,” imbaunya.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda