Sanggau post authorKiwi 06 Agustus 2020 75

Terancam Gagal Panen, 5 Hektar Sawah di Entikong Terendam Banjir

Photo of Terancam Gagal Panen, 5 Hektar Sawah di Entikong Terendam Banjir BERSIHKAN - Masyarakat dibantu TNI/Polri dan aparatur pemerintah ketika membersihkan sisa-sisa banjir bandang yang menerjang dua dusun di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (8/7) lalu.  

Sanggau, SP – Banjir bandang yang menerjang Dusun Gramajaya dan Dusun Nekan di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau beberapa pekan lalu berdampak pada sektor pertanian. Ancaman gagal panen mencapai 90 persen, karena 5 hektar sawah terendam banjir.

“Yang terendam itu di Dusun Nekan. Umur padinya baru dua bulan. Harapan gagal panen sampai 90 persen,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpanghortikan) Kabupaten Sanggau, Kubin, Rabu (5/8).

Menurut Kubin, meski hanya terendam air dan bukan lumpur, namun tetap sulit berharap tanaman padi akan normal kembali. Potensi panen hanya tinggal 10 persen. Padahal, dalam kondisi normal dan berdasarkan pengalaman sebelumnya, potensi panen untuk 1 hektar sekitar 4-5 ton. Artinya, potensi panen dalam kondisi normal bica mencapai 20 ton.

Untuk menganggulangi itu, kelompok tani di lokasi tersebut telah mengajukan permohonan bantuan bibit ke Dishangpanghortikan Sanggau. Hanya saja Kubin menyebut, penyerahan bibit baru akan dilakukan pada musim rendengan nanti.

“Musim rendengan bulan 9-10, panennya mungkin Januari-Februari. Musim Okmar (Oktober-Maret) rentang itu harus ada panen, harus ada tanam. Yang tanamnya September-Oktober mungkin panennya Februari-Maret. Lepas itu Maret atau April, ada lagi tanam untuk panen Mei-Juni. Makanya sebetulnya tidak ada berhenti,” terangnya.

Kubin menambahkan, redaman air di Dusun Nekan berpengaruh banyak terkait kesuburan lahan. Pasalnya hanya sebatas rendaman air, bukan lumpur atau pun material berat. “Karena biasa setelah panen, kesuburan tanah mulai berkurang. Mereka akan mengolah lahan dan dipupuk lebih dulu, sesuai standar pemupukan untuk persiapan tanam,” pungkasnya.

Sungai Meluap dan Hujan Deras

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron mengatakan, banjir bandang yang terjadi Juli 2020 lalu, karena hujan deras mengguyur wilayah tersebut dari pukul 14.40 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Akibatnya, aliran sungai meluap dengan ketinggian kurang lebih 1,5 meter.

“Dusun Gramajaya ada 135 rumah warga terendam dan di Dusun Nekan 118 rumah warga juga terendam,” ungkapnya.

Selain rumah warga rusak parah, Siron menyebut, sejumlah infrastruktur juga rusak, seperti pagar SDN 08 Nekan, Kantor Desa Nekan dan putusnya jembatan penghubung akses utama Dusun Gramajaya menuju Dusun Punti Kayan.Menurut dia, akibat banjir bandang tersebut banyak warga yang tidak dapat menyelamatkan harta bendanya. Hewan peliharaan dan ternak, tanaman sahang, karet, peralatan rumah tangga dan lain-lain hanyut terbawa banjir.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda