Sanggau post authorKiwi 07 Agustus 2020 48

Kapolres Minta Perusahaan di Sanggau Rekrut Relawan Karhutla

Photo of Kapolres Minta Perusahaan di Sanggau Rekrut Relawan Karhutla RAKOR - Kapolres Sanggau, AKBP Raymond M Masengi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Perusahaan Perkebunan Dalam Membantu Menanggulangi Karhutla di Kabupaten Sanggau, Kamis (6/8). 

Sanggau, SP - Kapolres Sanggau AKBP Raymond M Masengi meminta perusahaan perkebunan di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau merekrut sebanyak-banyaknya relawan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kalau peralatannya banyak tapi tenaga (relawannya) sedikit, otomatis akan menjadi kendala. Untuk menghadapi kemarau, misalnya dengan merekrut sementara karyawan di lingkungan perusahaan untuk menangani karhutla, otomatis akan jauh lebih baik,” kata Raymond, usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Bersama Perusahaan Perkebunan di Aula Wira Pratama Polres Sanggau, Kamis (6/8).

Rakor yang diikuti 50 perusahaan perkebunan di Kabupaten Sanggau itu untuk memastikan kesiapan perusahaan dalam menanggulangi karhutla, sesuai Pergub Kalbar Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal. “Rakor dengan pihak perusahaan ini merupakan bentuk koordinasi dengan pihak perusahaan sebagai stakeholder, kami yang membantu dalam penanganan karhutla,” ujar Kapolres.

Menurut Raymond, perusahaan memiliki peralatan yang cukup lengkap untuk memadamkan api. Oleh karena itu, digelarnya rakor diharapkan pihak perusahaan membantu bersama-sama menanggulangi karhutla.

“Walaupun banyak permasalahan yang muncul di lapangan, kita diskusikan untuk menyamakan persepsi. Sehingga dalam penanganan karhutla bisa kita tangani secara komprehensif,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, saat rakor setiap perusahaan yang hadir diminta menyiapkan data perlengkapan penanggulangan karhutla yang dimiliki. “Nanti kita anev (analisis dan evaluasi), dan kita petakan. Sehingga kita mendapatkan gambaran secara keseluruhan kekuatan-kekuatan yang ada di lapangan. Setelah itu kita komparasikan dengan kekuatan yang kita miliki, termasuk dari BPBD, Manggala Agni dan TNI beserta unsur lainnya. Jadi ketika ada kejadian (karhutla) bisa kita maksimalkan seluruh kekuatan yang ada,” pungkasnya.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda