Sanggau post authorBob 07 Juli 2020 44

6.464 Hewan di Sanggau Divaksin Rabies, 336 Kasus Gigitan HPR per 13 Juni 2020

Photo of 6.464 Hewan di Sanggau Divaksin Rabies, 336 Kasus Gigitan HPR per 13 Juni 2020 VAKSIN - Petugas vaksin (vaksinator) Kabupaten Sanggau melakukan penyuntikan vaksin rabies terhadap hewan peliharaan milik warga Sanggau.         Ist 

“Kendala secara umum, medan lapangan kita di Sanggau daerahnya luas dan pemukiman terpencar. Secara khusus, adanya Covid-19 menyebabkan harus laksanakan protokol kesehatan, tidak boleh berkumpul, jaga jarak dan lainnya. Ada juga warga yang menolak hewannya divaksin, tetapi setelah dijelaskan, mereka paham juga”

H Syafriansyah

Kepala Disbunnak Kabupaten Sanggau,

Sanggau, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau telah melakukan sejumlah langkah guna mewujudkan Sanggau Bebas Rabies Tahun 2024 (Saber 24). Diantaranya melakukan vaksin secara massal terhadap ribuan hewan yang berpotensi menularkan rabies di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah mengatakan, sejak dimulai pada Juni lalu, vaksin rabies sudah dilakukan terhadap 6.464 ekor hewan yang tersebar di 15 kecamatan.

“Rinciannya, anjing 4.934 ekor, kucing 1.489 ekor, monyet 35 ekor dan musang 6 ekor. Jumlah ini berdasarkan data yang sudah dilaporkan ke ISIKHNAS (Integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional),” ungkap Syafriansyah, Senin (6/7).

Menurut dia, vaksin rabies ini akan berlangsung hingga Juli 2020. Targetnya 30 ribu hewan penular rabies (HPR). “Kita ada 150 orang petugas vaksin atau vaksinator. Mereka sudah terlatih dan tersebar di 15 kecamatan. Rencana kita, vaksin selesai di akhir Juli 2020,” jelas Syafriansyah.

Dalam melakukan vaksinasi, petugas di lapangan dihadapkan pada beberapa kendala. Mulai dari kondisi geografis hingga ada warga yang tidak mau hewannya divaksin karena khawatir mati.

“Kendala secara umum, medan lapangan kita di Sanggau daerahnya luas dan pemukiman terpencar. Secara khusus, adanya Covid-19 menyebabkan harus laksanakan protokol kesehatan, tidak boleh berkumpul, jaga jarak dan lainnya. Ada juga warga yang menolak hewannya divaksin, tetapi setelah dijelaskan, mereka paham juga,” kata Syafriansyah.

Terkait kasus gigitan, ia mengungkapkan, per tanggal 13 Juni 2020 ada 336 kasus yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Dari jumlah itu, ada dua sampel anjing yang sudah dikirimkan ke laboratorium Pontianak, dan hasilnya positif rabies. “Ini menunjukan ancaman rabies itu nyata dan ada di sekitar kita. Kita bersyukur sampai saat ini belum ada kasus meninggal,” ucap Syafriansyah.

Dalam hal kasus gigitan, penanganan dilakukan Disbunnak dan Dinas Kesehatan. “Kami melakukan penanganan terhadap hewannya, sementara Dinas Kesehatan menangani gigitannya dengan membawa pasien ke puskesmas, untuk mendapatkan vaksin anti rabies,” imbuh Syafriansyah.

Penanganan awal terhadap orang yang terkena gigitan anjing, lanjut dia, segera mencuci bekas gigitan dengan air yang mengalir menggunakan sabun. “Itu langkah pertama apabila kita jauh dari puskesmas. Luka bekas gigitan dicuci dengan air mengalir, dan gunakan sabun. Luka bekas gigitan jangan sampai ditutup. Misalnya diberi perban atau dijahit, karena virus rabies ini mudah berkembang biak di luka-luka yang tertutup. Setelah itu, langsung bawa ke puskesmas untuk mendapatkam vaksin anti rabies,” kata Syafriansyah.

Ia juga mengingatkan masyarakat, selalu mewaspadai lalu lintas hewan dari luar daerah.

“Pastikan hewan yang masuk ke daerah kita adalah hewan yang sehat, tidak menularkan penyakit. Harapan kita, masyarakat berperan aktif dengan sukarela membawa hewan peliharaannya untuk divaksin. Karena peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan Saber 24,” pungkas Syafriansyah.

Harus Didukung Semua Pihak

Tokoh pemuda Sanggau, Abang Indra mengatakan, disamping meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rabies lewat edukasi dan sosialisasi, fokus Pemkab dalam melakukan vaksinasi harus didukung semua pihak.

“Kesadaran masyarakat dan edukasi menjadi hal penting dalam mewujudkan Sanggau Bebas Rabies 2024. Kegiatan vaksinasi massal ini harus didukung semua pihak, terutama masyarakat yang memiliki hewan peliharaan,” ujarnya, Senin (6/7).

Menurut Indra, masyarakat perlu bertanggungjawab dengan hewan peliharaannya untuk mencegah terjadinya gigitan pada manusia, dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika terkena gigitan.

“Perlu kesadaran masyarakat dalam memelihara hewan yang baik dan benar untuk vaksinasi rutin. Kemudian, perpindahan penduduk dengan membawa hewan peliharaan dari satu wilayah ke wilayah lain juga perlu menjadi perhatian,” tutupnya.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda