Sanggau post authorKiwi 09 Juli 2020 63

Kejari Sanggau Rapid Test 12 Tahanan, 1 Orang Reaktif Tunggu Surat Resmi Dinkes

Photo of Kejari Sanggau Rapid Test 12 Tahanan, 1 Orang Reaktif Tunggu Surat Resmi Dinkes RAPID TEST - Sebanyak 12 tahanan Kejaksaan Negeri Sanggau menjalani rapid test di Kantor Kejaksaan Negeri Sanggau, Rabu (8/7).    

Sanggau, SP – Sebelum dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sanggau, sebanyak 12 tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau menjalani rapid test Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Rabu (8/7). Hasil tes cepat di Kantor Kejari Sanggau, ditemukan satu tahanan reaktif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau, Ginting mengatakan, dari 12 tahanan yang mengikuti rapid test, satu orang diantaranya reaktif. “Ya, ada satu orang yang reaktif,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sanggau, Agus Eko Wahyudi mengatakan, 12 tahanan tersebut menjalani rapid test atas permintaan Kejari Sanggau. “Hari ini (kemarin, red) kita laksanakan rapid test untuk tahanan. Mereka ini adalah tahanan dari penuntut umum yang telah laksanakan tahap II. Rapid test ini sebagai syarat untuk pergeseran tahanan ke Rutan Sanggau,” katanya.

Eko mengaku belum mengetahui ada tahanan yang hasil rapid test-nya reaktif. Ia beralasan masih menunggu surat resmi dari Dinkes terkait hasil rapid test terhadap 12 tahanan tersebut.

Jika memang ada tahanan yang reaktif, ia memastikan akan mengambil langkah sesuai protokol kesehatan. “Kita akan koordinasikan dengan pimpinan. Yang jelas kita tunggu dululah surat resmi dari Dinas Kesehatan,” ujar Eko.

Setelah hasil resmi tertulisnya dikeluarkan Dinkes, lanjut dia, Kejari akan segera berkoordinasi dengan Rutan Kelas IIB Sanggau. “Mudah-mudahan semuanya sehat. Nanti kalau (hasil) tertulisnya sudah ada, kita koordinasi dengan Rutan Sanggau agar bisa diterima untuk dititipkan di sana,” pungkas Eko.

Wajib Penuhi Dua Syarat

Kepala Rutan Kelas IIB Sanggau, Acip Rasidi mengatakan, setiap penerimaan tahanan baru wajib menerapkan protokol kesehatan, mulai dari proses masuk sampai proses penempatan di blok hunian Rutan.

“Tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ada dua surat yang harus dipenuhi, yakni hasil rapid test dinyatakan non reaktif dan surat keterangan berbadan sehat dari dokter pemerintah,” jelasnya, Rabu (8/7).

Kemudian, dijelaskan Acip, setelah diterima di Rutan, tahanan baru wajib menjalani isolasi selama 14 hari. “Tetap kita lakukan isolasi selama 14 hari. Setiap jam 9 atau jam 10 pagi, kita jemur untuk melakukan gerakan olahraga. Kita perlu waspadai untuk keselamatan 382 Warga WBP (Binaan Pemasyarakatan, red) lainnya,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Acip juga menyiapkan kamar isolasi khusus. “Sementara dua kamar isolasi kita siapkan, maksimal 17 tahanan untuk satu kamar. Setelah diisolasi selama 14 hari, baru kita lanjutkan ke kamar mapenaling (masa pengenalan lingkungan, red),” tutupnya.(jul/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda