Sanggau post authorBob 10 Juli 2020 324

Sanggau-Melawi Diterjang Banjir Bandang 

Photo of Sanggau-Melawi Diterjang Banjir Bandang  TINJAU – Wabup Sanggau Yohanes Ontot dan Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, tinjau banjir bandang di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kamis (9/7).

SANGGAU, SP - Wakil Bupati (Wabup) Sanggau Yohanes Ontot bersama sejumlah pejabat di lingkungan pemkab Sanggau, Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Gede Setiawan, dan anggota DPRD Sanggau meninjau lokasi terjadinya banjir bandang di Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kamis (9/7).

Saat memantau, ia mengatakan bawah kondisi secara faktual memang lumayan parah, sehingga masyarakat terdampak semua. Adapun langkah-langkah pemerintah tentu pertama bagaimana kita terkait dengan kebutuhan pokok seperti sembako. Sehingga langkah pertama di lapangan oleh Camat bersama Forkompimcam.

“Seluruh jajaran pemerintah yang ada di kecamatan dan Tokoh Masyarakat untuk membuat dapur umum,” kata Ontot. 

Wabup mengatakan, dapur umum tersebut dibuat karena fasilitas mereka banyak yang hanyut karena banjir tersebut. Kemudian, yang kedua susah juga mereka masak di rumah, karena kondisinya berantakan akibat banjir bandang itu. Nah, berikutnya tentu bantuan-bantuan sembako yang diberikan  terdiri dari beras, minyak goreng, gula, telur, indomie dan susu.

“Beras diberikan dari Pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau itu akan dibawa besok disini,” ujarnya.

Bantuan secara simbolis itu, lanjut Ontot, diberikan dari Dinsosp3akab Sanggau, PMI Sanggau dan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau.

“Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Sanggau besok kita langsir lagi beras kurang lebih 2,3 ton. Kemudian BPBD kemarin secara simbolis sudah 100 kg beras,” katanya.

Ontot menyebut,  selain sembako juga terkait infrastruktur yaitu jalan dan jembatan. “Yang parah ini memang jembatan, ada dua jembatan yang sulit untuk difungsikan.  Kalau tidak segera diambil langkah, maka ini akan terputus penghubung jalan dari Desa Nekan ke Dusun Ponti Kayan. Terkait kesehatan kita ada posko yang difungsikan 24 jam untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang,” imbuhnya. 

Kemudian terkait air bersih, lanjut Wabup segera ditangani lakukan. Mneurutya, Danyon sudah menyiapkan satu tangki secara mobile untuk kebutuhan masyarakat untuk masak. Terkait dengan sandang ada juga pakaian harian dan pakaian anak-anak sekolah yang hanyut akibat banjir bandang ini.

“Nanti kita berharap kepada masyarakat Kabupaten Sanggau yang ringan tangan untuk dapat membantu pakaian layak pakai kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang di Desa Nekan, Kecamatan Entikong ini,” ucapnya. 

Ontot juga jelaskan untuk Cipta Karya nanti akan menangani air bersih dan kemudian jembatan untuk darurat dari Bina Marga. Tetapi mereka dari BPBD Sanggau ini akan terus memonitor perkembangan di lapangan bersama Pak Camat, Forkompimcam dan Puskesmas.

“Mudah-mudahan ini segera kita tangani terutama berkaitan dengan kebersihan lingkungan, dimana banyak sampah-sampah akibat bawaan banjir bandang,” paparnya.

Dalam kesempatan itu juga, Agun Yanto merupakan salah satu warga Desa Nekan yang terdampak menyampaikan kronologis terjadinya banjir bandang tersebut.

“Mulai hujan itu kurang lebih pukul 15.00 sore, air mulai menerjang pukul 16.00 hingga pukul 17.00 sore dengan kapasitas air kurang lebih setinggi 1 meter dan sekitar pukul 18.00 sore ketika maghrib sudah mulai surut,” jelasnya.

Agun mengungkapkan, air ini tiba-tiba datang dengan durasi kurang lebih 2 jam, sampai motor warga hanyut dan rumah rusak. Ia juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau yang sudah hadir langsung di lokasi banjir bandang untuk melihat langsung akibat dari banjir tersebut dan kami juga berterimakasih atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Sanggau terkait bantuan berupa bahan pokok yang diberikan kepada mereka.

“Adapun harapan kami selaku warga terdampak banjir bandang, agar pemerintah daerah untuk dapat perhatikan rumah-rumah warga yang betul-betul rusak parah,” ujarnya.

Di Melawi, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan banjir dan longsor di berbagai kecamatan di Kabupaten Melawi. Banjir tak cuma menggenangi pasar dan pemukiman, tapi juga memutus akses jalan antar kecamatan di Melawi.

Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi, melalui Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menyampaikan, dari sejumlah laporan para kapolsek dan bhabinkamtibmas ada beberapa kecamatan yang mengalami banjir mulai dari Kecamatan Sayan, Sokan hingga Tanah Pinoh.

"Untuk korban jiwa tidak ada, kerugian materil belum bisa dihitung, para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar lebih waspada dan berhati hati, warga diharapkan mengamankan barang-barang berharga dan selalu pantau anak-anak saat bermain," katanya.

Kapolres Melawi kata Arbain memerintahkan para Kapolsek Jajaran Polres Melawi untuk melakukan patroli guna memantau dan mendata daerah-daerah yang mengalami longsor dan banjir akibat curah hujan yang tinggi, Kamis (9/7).

"Para Kapolsek Jajaran diperintahkan Kapolres untuk turun langsung membantu warga dan mendata daerah mana yang mengalami dampak seperti longsor dan banjir akibat curah hujan yang tinggi," ucapnya.

Di kecamatan Sokan, papar Arbain, hujan deras mengakibatkan air sungai pinoh  meluap ke jalan dan menggenangi perumahan penduduk di kecamatan Sokan. Ketinggian air rata rata 1 m  sampai 2 meter . Desa desa yg terendam banjir antara lain, Desa Nanga potai, Desa Sepakat, Desa Nanga sokan, Desa Muara tanjung serta Desa Tanjung Sokan.

"Untuk sementara masyarakat masih mendiami rumah masing masing karena ketinggian air belum sampai kelantai rumah warga," ujarnya.

Kapolsek Kotabaru, Iptu DM Panjaitan mengungkapkan debit air mulai mengalami kenaikan  sekitar pukul 11.30 WIB. Banjir akibat pasangnya air sungai Pinoh setelah hujan deras membuat beberapa titik tergenang diantaranya pasar desa Batu Begigi, pasar sayur Desa Suka Maju, komplek pasar Kotabaru , Desa Loka Jaya, Desa Mungguk Ombak dengan rata rata ketinggian air mencapai 20 cm sampai 1 meter 

"Polsek Kota Baru telah mengimbau warga masyarakat yang terdampak banjir agar lebih waspada sebab sampai saat ini kiriman air dari Sungai Cina dan Sungai Pinoh masih cukup deras," paparnya. 

Sementara Kapolsek Sayan, Iptu Oding menambahkan pemukiman warga terendam banjir di Kecamatan Sayan mulai dari  desa Meta Bersatu, Nanga Kasai, Mekar Pelita, Nanga Sayan dan Sayan jaya. "Total ada 400 rumah terendam banjir," katanya.

Banjir di Sayan turut menggenangi jalur jalan provinsi di tujuh titik. Akibatnya jalan sementara tak bisa dilewati kendaraan. (jul/eko)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda