Sanggau post authorKiwi 21 Juli 2021

Ungkap Kasus Perdagangan Anak, Polres Sanggau Amankan 3 Tersangka

Photo of Ungkap Kasus Perdagangan Anak, Polres Sanggau Amankan 3 Tersangka Ketiga tersangka saat digiring ke Tribun Promoter Polres Sanggau, Rabu (21/7/2021).

SANGGAU, SP - Satuan Reskrim Polres Sanggau berhasil mengungkap kasus perdagangan anak lintas negara. Korbannya adalah anak di bawah umur berinisial H (15) asal Dusun Melaban, Desa Hilir, Kecamatan Balai (Batang Tarang), Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Wakapolres Sanggau Kompol Agus Dwi Cahyono mengatakan, dalam kasus ini pihaknya berhasil mengamankan tiga orang tersangka. Ketiganya memiliki peran berbeda.

"Tiga orang yang terlibat dalam perkara TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan korban anak usia 15 tahun berinisial H ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Musnip, Nurhadi dan Uray Ilham," ungkapnya didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Tri Prasetyo, Kabag Ops Polres Sanggau Kompol Novrial Alberti Kombo dan Kepala Dinsos-P3AKB Kabupaten Sanggau Aloysius Yanto saat konferensi pers di Tribun Promoter Polres Sanggau, Rabu (21/7/2021).

Agus DC menerangkan, tersangka Musnip berperan sebagai penampung sementara di Pontianak, tersangka Nurhadi berperan sebagai pengantar dari Pontianak ke Desa Sasak, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas dan tersangka Uray Ilham berperan sebagai pengantar ke batas negara di Aruk.

Dari tersangka Musnip, polisi mengamankan barang bukti berupa mobil Daihatsu Xenia KB 1184 GF, HP Oppo F5 warna hitam, uang tunai Rp 3.600.000, tiga lembar uang tunai Ringgit Malaysia pecahan 100 RM dan 11 lembar uang tunai Ringgit Malaysia pecahan 50 RM.

Kemudian dari tersangka Nurhadi, polisi mengamankan barang bukti berupa mobil Datsun Go+ Panca KB 1565 MG, HP Samsung tipe J2. Sedangkan dari tersangka Uray Ilham, barang bukti yang diamankan berupa mobil Toyota Avanza KB 1813 CM dan HP Vivo.

Mengenai korban, ia menyebut, telah dipulangkan melalui KJRI Kuching dan difasilitasi Satgas Gugus Pemulangan TKI BP2MI Entikong. "Sempat terjadi negosiasi sebelum korban dipulangkan dari Malaysia melalui PLBN Entikong. Karena memang ada pengancaman yang dilakukan warga Malaysia kepada keluarga korban," kata Agus DC.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sanggau AKP Tri Prasetyo menambahkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Erlina, ibu kadung korban ke Polsek Batang Tarang terkait pengancaman dan permintaan sejumlah uang yang dilakukan warga negara Malaysia terhadap anaknya.

"Jika uang tidak diberikan, ancamannya nyawa korban dan jika uang diberikan korban akan dipulangkan. Pengancaman dilakukan warga Malaysia melalui handphone korban. Sempat telpon, video call dan pesan WA juga," jelasnya.

Di Malaysia, korban akan dipekerjakan sebagai operator. Rupanya korban yang masih berusia 15 tahun tidak bisa mengoperasikannya.

“Jadi yang mempekerjakan dia (bos di Malaysia) merasa tidak senang, jadilah pemerasan itu. Minta tebusan mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 30 juta. Uangnya tak sempat dikirim. Kemudian kami menghubungi pihak KJRI, mungkin ketakutan, H dipulangkan,” kata Kasat.

Atas laporan pengancaman itu, polisi kemudian melakukan penyidikan mendalam dan didapati informasi bagaimana proses keberangkatan korban dari Indonesia ke Malaysia hingga kembali lagi ke Indonesia serta kejadian kejadian yang menimpa korban selama berada di Malaysia.

Berdasarkan hasil penyidikan, tim gabungan Satreskrim Polres Sanggau yang dipimpin langsung AKP Tri Prasetiyo akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka Musnip. "Yang kita tangkap pertama tersangka Musnip. Hasil pengembangan dilakukan penangkapan dua tersangka lainnya yaitu Nurhadi dan Uray Ilham," ucap Tri.

Para tersangka, ditegaskan dia, disangkakan melanggar pasal 83 jo 76F UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 10 Jo pasal 6 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun. (jul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda