Sanggau post authorKiwi 23 September 2020 97

Mulai 1 Oktober Sanksi Pelanggar Prokes Diberlakukan di Sanggau

Photo of Mulai 1 Oktober Sanksi Pelanggar Prokes Diberlakukan di Sanggau SOSIALISASI - Petugas mengingatkan pengendara kendaraan bermotor agar memakai masker dalam kegiatan Sosialisasi Perbup Nomor 47 Tahun 2020, Selasa (22/9).  

Sanggau, SP - Bupati Sanggau, Paolus Hadi (PH) kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau agar mematuhi protokol kesehatan (Prokes) supaya tidak muncul kasus baru Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Sekali lagi saya ingakan, kita sudah sosialisasi terus kepada pihak-pihak. Sehingga tanggal 1 Oktober kita lakukan langsung penegakan disiplin dengan sanksi yang sudah ditetapkan dalam Perbup 47 Tahun 2020. Kepada masyarakat Sanggau, baik pribadi maupun lembaga atau pelaku usaha, patuhi Perbup. Jangan kita berdebat,” tegas PH, Selasa (22/9).

Bupati Sanggau dua periode ini mengatakan, ketika sanksi sudah diterapkan akan ada aturan lain yang mengikuti. “Kalau tidak patuh dengan petugas, melawan petugas apalagi sampai mencederai petugas, ada sanksi pidana. Tapi saya percaya orang Sanggau tidak begitu,” ujar PH.

Bupati menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau mendorong agar usaha tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum mereda. Oleh karena itu, pelaku usaha juga harus mendukung pemerintah dengan memastikan tidak ada kerumunan di lokasi usaha, dan selalu memfasilitasi penerapan prokes seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

“Saya minta dengan hormat, siapkan seluruh yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Tempat usahanya jangan dibiarkan orang ngumpul-ngumpul, tidak pakai masker. Berikutnya harus menyiapkan bagaimana orang datang bisa cuci tangan dan jaga jarak. Pekerjanya juga harus dilindungi, jangan malah tidak pakai masker,” imbuh PH.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sanggau ini, status zona hijau bukan berarti tidak melakukan upaya-upaya pencegahan. “Kita harus melindungi diri sendiri dan orang lain. Kalau kita zona hijau bukan berarti kita harus bahagia, lalu tidak mau melakukan apa-apa. Kita harus banyak tracking juga untuk memastikan orang Sanggau tidak terkena. Perlindungan diri itu yang utama,” ucapnya.

Untuk itu, PH mengajak semua pihak memiliki kesadaran sendiri akan pentingnya prokes dalam mencegah penularan Covid-19. “Ayolah kita kompak, jangan lagi semua merasa ndak punya peran. Kalau kita patuh karena takut aturan, ndak keren. Tapi patuh karena kita tahu aturan dan kita merasakan itu adalah kepentingan pribadi kita dan orang lain, itu baru keren. Berarti ndak terpaksa. Memang dengan situasi pola hidup baru, ndak enak juga pakai masker setiap hari, tapi lama-lama saya yakin jadi biasa,” pungkasnya.

Gencar Lakukan Tes Swab

Pemkab Sanggau tetap fokus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Salah satunya, menggencarkan tes swab atau pemeriksaan untuk mendeteksi Covid-19.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting, Pemkab Sanggau tidak pernah kendor melakukan tes swab. Termasuk, pada Minggu ketiga September 2020.

“Bulan September minggu ketiga kita kirimkan data. Pada tanggal 15 September kita kirim sebanyak 17 sampel. Tanggal 17 September kita kirim sebanyak 194 sampel. Saya pastikan tenaga kesehatan kami sudah bekerja maksimal. Bahkan, sampel yang kita kirim pada tanggal 17 September sudah keluar hasilnya. Puji Tuhan, negatif semua,” katanya, Selasa (22/9).

Pernyataan Ginting sekaligus mengklarifikasi pernyataan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menyebut bahwa Minggu ketiga September 2020, Sanggau 0 sampel tes swab. “Saat ini kami juga masih menunggu hasil yang sudah dikirimkan sebanyak 194 sampel. Jadi kami tidak pernah kendorlah. Mungkin miskomunikasi data. Bahkan, kami sudah memesan mobil PCR sebagai bukti keseriusan Pemkab Sanggau,” tutupnya.(jul/yun)

 

 

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda