Sanggau post authorBob 24 Februari 2021 80

Kepala Rutan Klas II B Sanggau Ingatkan WBP yang Jalani Asimilasi di Rumah

Photo of Kepala Rutan Klas II B Sanggau Ingatkan WBP yang Jalani Asimilasi di Rumah Kepala Rutan Klas II B Sanggau, Acip Rasidi

SANGGAU, SP - Rutan Klas II B Sanggau, hingga saat ini telah memberikan hak asimilasi kepada 204 Narapidana. Warga binaan ini menjalankan asimilasi di rumah masing-masing.

"Namanya Assimilasi dan Integrasi Rumah, yaitu sebanayk 204 orang. Perempuan 5 orang dan laki-laki 199 orang," kata Kepala Rutan Klas II B Sanggau, Acip Rasidi, Rabu 24 Februari 2021.

Menurut Acip, atas nama Menteri Hukum dan Ham (Menkum HAM), pihaknya selalu mengimbau kepada warga binaan pemasyarakatan, yang sementara atau yang sudah menjalani asimilasi dan integritas di rumah, agar tetap semangat.

"Selalu budayakan hidup bersih, patuhi Protokol Kesehatan sesuai dengan ketentuan dan peraturan pusat maupun daerah. Serta selalu berupaya menghindar dari perbuatan yang melanggar hukum," paparnya.

Selain itu, Acip mengharapkan agar warga binaan dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara, khususnya lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Serta tunjukkan bahwa kalian juga mampu ikut serta dalam pembangunan yang aktif dan produktif," ujar Acip.

Kemudian, lanjutnya, bagi warga binaan pemasyarakatan yang sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan berasimilasi dan berintegrasi di tengah-tengah masyarakat, agar tetap mengikuti serta taat terhadap peraturan dan tata tertib yang telah ditentukan.

"Tetap semangat budayakan hidup bersih dilingkungan blok maupun kamar hunian serta mengikuti setiap program pembinaan. Agar kelak setelah keluar/bebas dapat berguna khusus pada diri sendiri, Keluarga maupun pemerintah," tuturnya.

Acip menjelaskan, bagi warga binaan yang belum selesai menjalani Asimilasi dan Integrasi Rumah, namun melakukan tindak pidana baru atau berulah lagi, maka tetap akan ditindak tegas berupa dimasukkan ke kamar strapcell sampai selesai menjalani pidana pokoknya.

“Dan tidak akan mendapatkan lagi dihilangkan haknya ayau kesempatan untuk Ber-assimilasi dan berintegrasi di rumah,” pungkasnya. (tom)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda