Sanggau post authorKiwi 28 November 2022

Lapiz Jempol dan Sidompu, Dua Inovasi Layanan Pemkab Sanggau di IGA 2022

Photo of Lapiz Jempol dan Sidompu, Dua Inovasi Layanan Pemkab Sanggau di IGA 2022 Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo (kiri) saat berada di MPP Kabupaten Sanggau, Minggu (27/11/2022).

Sanggau, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau mengikutsertakan dua inovasi unggulan dalam Innovative Government Award (IGA) 2022. Dua inovasi unggulan itu yakni Lapiz Jempol yang dikelola Dinas Penanaman Modal dan PTSP serta Sidompu yang dikelola Dinas Sosial-P3AKB.

Dua inovasi layanan tersebut telah dipresentasikan Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) di hadapan tim penilaian dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri.

Selain itu, pada Minggu (27/11/2022) lalu, tim penilai yang dipimpin langsung Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo juga telah melakukan peninjauan dan validasi ke Kabupaten Sanggau. Kedatangan tim tersebut disambut langsung Bupati PH di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sanggau.

"Dua inovasi baik digital maupun non digital yang kami tonjolkan di Kabupaten Sanggau. Semoga ini menjadi salah satu hal positif juga untuk bisa dikembangkan ke daerah lain, dan kalau rezeki semoga kita bisa meraih juara,” ujar Bupati PH.

Pada kesempatan itu, Bupati Sanggau dua periode ini juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kepala BSKDN Kemendagri beserta tim yang sudah banyak melihat terkait apa yang sudah yang dipresentasikan.

“Semoga apa yang kami lakukan ini betul-betul bermanfaat. Sebuah inovasi itu memang suatu strategi yang harus kita lakukan untuk memperbaiki banyak hal yang mungkin menjadi kelemahan kita, yang belum terlihat dan belum mampu mengurusnya," kata PH.

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menyampaikan, bersama tim melaksanakan kegiatan peninjauan dan validasi sebagai bagian dari penilaian Innovative Government Award 2022.

“Beberapa hari yang lalu Pak Bupati Sanggau sudah melakukan paparan tentang inovasi yang dipilih. Banyak inovasi-inovasi di Kabupaten Sanggau, akan tetapi ada yang terpilih yaitu layanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang dikenal dengan Lapiz Jempol yaitu pelayanan perizinan terpadu jemput bola. Selanjutnya berada di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, yang dikenal dengan Sidompu yaitu Sistem Informasi Data Kemiskinan Terpadu," terangnya.

Yusharto pun menghargai dua inovasi tersebut. Satu di antaranya yaitu Lapiz Jempol mewakili inovasi yang non digital. "Kita ketahui Kabupaten Sanggau kebetulan wilayahnya berada di wilayah perbatasan. Nah, keterjangkauan infrastruktur ini menjadi tantangan Pak Bupati diselesaikan dengan cara-cara yang inovatif. Di antaranya dengan melakukan kunjungan menjemput pelayanan perizinan yang dibutuhkan oleh masyarakat hingga di pelosok-pelosok desa yang ada di Kabupaten Sanggau,” ucapnya.

Sementara Sidompu, dikatakan Yusharto merupakan layanan yang dilakukan secara digital untuk mengkonfirmasi keberadaan atau memvalidasi data-data orang miskin yang ada di Kabupaten Sanggau.

“Dan ini sangat penting untuk bisa mengetahui stratifikasi kemiskinan itu sendiri. Dengan demikian kita bisa memberikan intervensi yang lebih tepat dengan target tepat sasaran untuk memberikan perlakuan kepada kelompok orang miskin. Harapannya mereka akan keluar dari tingkat kemiskinan, sehingga menjadi warga yang bisa membayar pajak, bisa hidup secara sejahtera dan bahagia sebagai warga negara Indonesia,” pungkasnya. (jul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda