Sanggau post authorKiwi 30 Juli 2021

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS Bantu Mengajar Anak-anak Perbatasan

Photo of Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS Bantu Mengajar Anak-anak Perbatasan Istimewa

SANGGAU, SP - Personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/WNS membantu mengajar kepada anak-anak di Dusun Guna banir, Kecamatan Sekayam, Sanggau dalam mendukung program Pemerintah mencerdaskan generasi muda yang cerdas, sehat dan berkarakter.

Kegiatan belajar mengajar ini dilakukan oleh personel pos Guna Banir berjumlah 4 orang dipimpin oleh Danpos Letda Inf Surono yang diikuti oleh 30 anak-anak SD.

Hal ini dikatakan Dansatgas Pamtas RI-MLY Yonif Mekanis 643/WNS, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Sanggau pada hari Jumat (30/7/2021).

Dansatgas mengatakan pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan apakah seseorang itu berkualitas atau tidak, dengan pendidikan seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan serta memiliki karakter yang kuat.

“Pendidikan merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemajuan suatu negara, bukan hanya pendidikan akademik saja, namun moral dan keterampilan juga tidak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi bangsa yang baik dan maju,” ujar Dansatgas.

"Wilayah perbatasan sendiri merupakan pintu gerbang kedaulatan suatu negara sehingga diperlukan generasi muda yang cerdas dan berwawasan luas. Hal ini tentunya memerlukan kualitas pendidikan yang baik," pungkas Dansatgas.

"Apabila terjadi kesenjangan dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan di wilayah perbatasan maka dapat mengikis rasa nasionalisme yang tentunya dapat mengancam kedaulatan negara,” tegasnya.

Di tempat terpisah Danpos Guna Banir Letda Inf Surono menerangkan bahwa kegiatan mengajar ini sebagai bentuk kepedulian Satgas Pamtas yang melihat kesulitan anak-anak di wilayahnya dalam belajar di masa pandemi covid-19 ini dan juga membantu program pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda.

"Mengingat di dusun Guna Banir, desa Sungai Tekam ini untuk akses internet yang susah sehingga kesulitan dalam kegiatan belajar secara daring sehingga perlu direspon secara cepat untuk membantu secara tatap muka agar anak-anak lebih paham dan mengerti pelajaran dan tugas yang diterima dari guru di sekolah," pungkas Danpos.

Maikel salah satu anak yang mengikuti kegiatan belajar mengatakan sangat senang bisa belajar dengan om Tentara karena sudah lama tidak belajar di sekolah dan orangtua tidak bisa mengawasi belajar pada pagi sampai siang hari karena bekerja di ladang. (ril)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda