Sanggau post authorKiwi 01 Desember 2021

KLA di Sanggau Masih Bertahan di Kategori Pratama

Photo of KLA di Sanggau Masih Bertahan di Kategori Pratama Peserta saat mengikuti Rapat Evaluasi Rencana Aksi Daerah KLA Tahun 2022-2024 yang digelar di Lantai II Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sanggau, Selasa (30/11).  

SANGGAU, SP - Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) menyatakan, data dan pemahaman tentang pentingnya Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan penghambat capaian KLA di Kabupaten Sanggau.

Penegasan itu disampaikan Bupati Sanggau dua periode ini saat memimpin Rapat Evaluasi Rencana Aksi Daerah KLA Tahun 2022-2024 yang digelar di Lantai II Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sanggau, Selasa (30/11).

“Soal data, ini selalu menjadi persoalan kita. Makanya saya minta Dinas Sosial segera lengkapi data yang dibutuhkan, semua OPD, instansi vertikal, perusahaan swasta maupun milik negara dan ormas terkait. Ayo bantu lengkapi data yang dibutuhkan,” ujar PH.

Terkait pemahaman, Bupati menyebut, belum semua OPD atau stakeholder terkait memahami pentingnya KLA. “Yang saya khawatir itu justru pemahaman, penting ndak KLA ini, terutama OPD. Kalau penting, harusnya ini fokus, harusnya bidang yang menangani di masing-masing OPD. Jadi saya minta hal-hal seperti ini dievaluasi juga,” tegas PH.

Pernyataan Bupati soal tersebut diamini Ketua Satgas KLA Kabupaten Sanggau Yulia Teresia. Menurutnya, data masih menjadi persoalan yang sampai hari ini menghambat capaian KLA di Kabupaten Sanggau. “Soal data ini masih menjadi penghambat kita, karena belum berkesinambungan,” kata Yulia.

Seperti diketahui, apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dengan lima kategori. Mulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama dan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Kepala Bappeda ini mengungkapkan, Kabupaten Sanggau mengikuti penilaian KLA sejak tahun 2017.

“Dari tahun 2017 hingga tahun 2021 kita berada di kategori Pratama. Akan tetapi, nilai kita memang sudah naik terus. Selama beberapa tahun, harusnya kita sudah bisa memetik pelajaran dalam mengikuti penilaian KLA ini,” kata Yulia.

Namun begitu, dia mengatakan, instansinya sudah berupaya melaksanakan kewajiban untuk memuhi hak-hak anak sebagaimana yang diamatkan dalam peraturan. “Dan upaya kita sudah membuahkan hasil dengan kenaikan nilai indikator yang ditetapkan, walaupun masih kategori Pratama,” ucap Yulia.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AKB) Kabupaten Sanggau Aloysius Yanto mengatakan, Rapat Evaluasi dan Rencana Aksi ini bertujuan untuk merancang sistem pembangunan dan menyusun program kebijakan yang terencana dan menyeluruh, agar dapat menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan.

Dalam membuat rencana aksi, diakui dia, belum semua OPD, instansi terkait, perusahaan swasta maupun milik pemerintah dan ormas yang terlibat dalam Satgas KLA. “Kita belum maksimal, sulit memang kita berkolaborasi dan bersinergi dalam menyusun Rencana Aksi 2022-2024. Jadi, saya mohon ketulusan dan komitmen dari semua pihak untuk mendukung terwujudnya KLA di Kabupaten Sanggau,” pungkas Yanto.(jul)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda