Sekadau post authorBob 08 November 2021

Korban Banjir Mengungsi di Desa Semuntai Butuh Bantuan Bahan Makanan

Photo of Korban Banjir Mengungsi di Desa Semuntai Butuh Bantuan Bahan Makanan MENGUNGSI - Warga korban banjir mengungsi ke Kantor Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Minggu (7/11).          Ist

Banjir yang melanda enam kecamatan di Kabupaten Sanggau lebih dari dua pekan, membuat banyak warga belum bisa pulang ke rumah karena genangan air masih tinggi. Di antaranya adalah Desa Semuntai di Kecamatan Mukok.

Luapan air Sungai Kapuas menyebabkan empat dusun di Desa Semuntai terendam banjir. Yaitu Dusun Sungai Akar, Dusun Semuntai, Dusun Pelaik dan Dusun Olay. Informasi yang diperoleh wartawan, warga terdampak banjir sebanyak 218 kepala keluarga (KK) dengan 672 jiwa terdampak banjir.

Sebagian besar warga yang rumahnya terendam, mengungsi ke rumah kerabatnya yang aman dari banjir. Ada pula yang mengungsi ke Balai Desa, Kantor Desa dan rumah warga yang dalam kondisi kosong. Saat ini, para pengungsi tersebut membutuhkan bantuan bahan makanan.

Uray Irwansyah, satu di antara warga yang mengungsi ke Balai Desa mengatakan, sudah lebih dari dua pekan rumah yang ditempatinya terendam. Saat ini dirinya dan pengungsi lainnya kekurangan bahan makan dan air bersih.

"Kami mohon pemerintah memperhatikan juga kondisi kami. Sudah cukup lama kami tidak bisa bekerja. Kami butuh bahan makanan dan air bersih," kata Uray, Minggu (7/11).

Sementara itu, menurut Kepala Desa Semuntai Nuryadin, banjir di Semuntai kali ini merupakan banjir terparah yang dialami warga sejak 10 tahun terakhir. Saat ini, ketinggian air rata-rata 160 centimeter.

Mengenai bantuan, kata dia, warga terdampak banjir memang sudah mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 1,1 ton dari BPBD Kabupaten Sanggau. Namun jumlah tersebut dirasa sangat kurang, mengingat jumlah warga terdampak terus bertambah menyusul naiknya debit air Sungai Kapuas.

"Kami mohon ada tambahan bantuan dari pemerintah daerah untuk pemerataan. Jadi kami di desa bingung mau ngasi siapa yang dapat dan siapa yang tidak, karena jumlah bantuannya memang sangat kurang. Saat ini bantuan yang dibutuhkan berupa sembako dan air bersih," paparnya.(jul)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda