Sekadau post authorKiwi 14 September 2020 44

Stunting di Sekadau Capai 30,9 Persen

Photo of Stunting di Sekadau Capai 30,9 Persen PERESMIAN - Wakil Bupati Sekadau, Aloysius MSi memotong bambu menandai peresmian Gedung Rumah Gizi di Kecamatan Belitang Hulu, Kamis (10/9).

SEKADAU, SP – Satu dari tiga anak di Indonesia mengalama stunting, yakni kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Angka Stunting yang mencapai 30,9 persen disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau dengan membangun Rumah Gizi dan Pos Gizi.

Begitu penegasan Wakil Bupati (Wabup) Sekadau, Aloysius SH MSi ketika meresmikan empat Rumah Gizi di Kecamatan Belitang Hulu, Kamis (10/9). Selain itu, Wabup Aloysius menyerahkan langsung piagam hibah kepada empat kepala desa secara simbolis di Desa Sebetung, Kecamatan Belitang Hulu. Yakni, Desa Balai Sepuak, Desa Sebetung, Desa Terduk Dampak dan Desa Mengaret.

“Ini merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dalam rangka penanganan masalah stunting di Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Tahap pertama, kata Wabup, akan dibangun sebanyak 25 Pos Gizi yang tersebar di tujuh kecamatan. Kedepan, kalau bisa setiap tahun Rumah Gizi akan dibangun guna menurunkan angka stunting di Kabupaten Sekadau.

"Kami meresmikan kembali dan menyerahkan 6 Pos Gizi untuk wilayah Kecamatan Belitang. Di Nanga Taman secara simblis kita juga akan serahkan bersamaan dengan Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Nanga Mahap,” ujarnya.

Aloysius berharap, kasus stunting di Kabupaten Sekadau bisa ditangani lebih baik lagi dengan dibangunnya Pos Gizi. Bersama Kader Posyandu dan pemerintah desa, semua elemen masyarakat bisa terlibat untuk menurunkan angka stunting.

"Kita berharap kasus stunting dan gizi buruk dapat ditangani, atau paling tidak dicegah. Target kita angka stunting bisa turun dari 30,9 persen menjadi 25 persen, bahkan sampai zero. Termasuk angka kematian ibu dan anak menjadi perhatian kita bersama,” harap Wakil Bupati.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius SKep ME mengatakan, pembangunan Pos Gizi bertujuan untuk mempercepat penuruna stunting dengan pelibatan masyarakat, melalui kegiatan yang dilakukan masyarakat dibantu bidan desa dan dibina oleh Puskesmas setempat.

"Kedepan Pos Gizi bisa dilaksanakan sebagai proyek inovasi desa, maupun proyek inovasi Puskesmas. Kadernya nanti juga diberi pelatihan,"ujarnya.

Henry mengatakan, peningkatan derajat gizi dan penurunan stunting berbasis masyarakat memiliki beberapa cakupan kegiatan, diantaranya penimbangan bayi dan balita, pendidikan kesehatan bagi Kader Posyandu dan pola asuh. Menurutnya, ini merupakan salah satu program yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau menurunkan angka stunting melalui pembangunan Pos Gizi.

Satu dari Tiga Anak Stunting

Stunting merupakan masalah kesehatan yang dihadapi bangsa Indonesia. Hasil penelitian di bidang kesehatan menyebutkan, 30,8 persen anak Indonesia masih stunting. Untuk Kalimantan Barat, balita stunting berkisar antara 36 persen. Tahun 2013, angka stunting di Kabupaten Sekadau mencapai 44 persen. Kemudian tahun 2017 menjadi 39, 2 persen, tahun 2018 turun 32 persen, dan tahun 2019 menjadi 30,9 persen.

"Setiap 3 anak di Indonesia pasti ada 1 diantaranya stunting. Masih diambang batas yang disarankan WHO, yaitu 20 persen," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius SKep ME

Stunting merupakan tantangan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau. Untuk itu, langkah strategis yang dilakukan adalah perbaikan gizi bagi anak stunting.(akh/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda