Sekadau post authorBob 15 Januari 2021 125

Dinkes dan MUI Sekadau Imbau Warga Soal Vaksin Sinovac, Jangan Resah dan Terprovokasi

Photo of Dinkes dan MUI Sekadau Imbau Warga Soal Vaksin Sinovac, Jangan Resah dan Terprovokasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius

Dinas Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau mengimbau masyarakat tidak resah dan mudah terprovokasi informasi negatif mengenai Vaksin Sinovac. Bahkan, sebanyak 10 pejabat daerah Kabupaten Sekadau bakal mendapat vaksinasi. Hal itu untuk membuktikan, bahwa Vaksin Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) aman bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengatakan, pada Januari 2021 ini Kabupaten Sekadau belum menerima Vaksin Sinovac. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Kalbar akan mendistribusikan Vaksin Sinovac untuk tiga kabupaten/kota terlebih dahulu, yakni Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah.

"Untuk Februari baru kabupaten/kota lain. Kita hanya menunggu arahan dari provinsi. Yang jelas kita sudah ajukan 990 tenaga kesehatan kita untuk dilakukan vaksinasi," ujarnya, Rabu (13/1/2021).

Tahap pertama ini, Henry menyebut, Kabupaten Sekadau akan mendapat 660-an dosis vaksin.

"Kita sudah siapkan tempat penyimpanan, dan sudah mulai melaksanakan pelatihan tenaga vaksinator," lanjutnya.

Henry mengatakan, selain tenaga kesehatan (Nakes) sasaran pemberian vaksin tahap pertama, juga akan ada 10 pejabat daerah yang terdiri dari Forkopimda Kabupaten Sekadau. Hal itu untuk membuktikan bahwa Vaksin Covid-19 aman bagi masyarakat.

Sementara itu, MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 2 Tahun 2021 tentang Reproduksi Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Sciencer CO.LTD China dan PT Bio Farma (Persero) tanggal 11 Januari 2021.

“MUI sudah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 2 tentang Vaksin Sinovac, ini untuk menjamin kehalalan bagi umat dan masyarakat yang akan divaksin,” kata Ketua MUI Kabupaten Sekadau, Kyai H Mudlar, Selasa (12/1).

Kyai Mudlar menyatakan, pihaknya juga telah mensosialisasikan fatwa MUI tersebut, baik di internal pengurus MUI maupun pihak lain melalui media sosial. Bahkan, ia menyatakan bersedia untuk divaksin sebagai contoh dan pembuktian keamanan vaksin jika diminta oleh pemerintah daerah nantinya.

Ketua MUI Sekadau mengimbau umat Islam Kabupaten Sekadau, agar tidak resah dan mudah terprovokasi bila mana ada pihak–pihak yang men-share konten negatif tentang vaksin untuk mencegah wabah Covid-19.

“Terkait adanya konten konten negatif tentang vaksin, sangat merugikan upaya pemerintah yang telah bekerja keras untuk melindungi umat, dan masyarakat dengan mendatangkan vaksin ke Indonesia,” papar Kyai Mudlar.(akh/yun)

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda