Sekadau post authorKiwi 19 September 2020 16,032

Tercebur ke Genangan Banjir di Teras Rumah, Bayi 6 Bulan Tak Bisa Diselamatkan

Photo of Tercebur ke Genangan Banjir di Teras Rumah, Bayi 6 Bulan Tak Bisa Diselamatkan PENGECEKAN - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Sekadau melakukan pengecekan wilayah banjir di Sekadau, Jumat (18/9).   

Banjir melanda sejumlah daerah di Kabupaten Sekadau dalam beberapa hari terakhir, menelan korban jiwa. Seorang bayi berusia 6 bulan tewas, setelah tercebur ke genangan banjir, Jumat (18/9) siang.

Informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Sekadau, bayi tersebut diketahui bernama Husna Elfina. Korban tenggelam di teras depan rumahnya yang tergenang banjir sekitar pukul 13.00 WIB.

“Rumah korban berada di Gang Nangka, Jalan Mereka Barat, RT 028/ RW 001,” papar Matius Jon, Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Sekadau.

Jon menegaskan, BPBD-PK Sekadau langsung menerjunkan tim begitu mengetahui kejadian tersebut.

“Jasad korban sudah ditemukan,” paparnya.

BPBD-PK Sekadau tidak menguraikan secara detail kronologis tenggelamnya korban. Namun informasi yang didapat, keluarga bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian, begitu mengetahui korban terjatuh ke genangan banjir.

Saat ditemukan, bayi tersebut sempat dibawa ke tim medis trdekat. Namun takdir berkata lain. Nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sekadau, Zainal mengimbau masyarakat yang terdampak banjir, supaya tetap waspada terhadap banjir susulan.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, masyarakat harus tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk kemungkina terjadinya banjir susulan.

"Tidak ada satu manusiapun yang mampu melihatnya. Kita harus waspada dengan kiriman hujan dan banjir disertai angin kencang bisa saja terjadi,” kata dia.

Zainal mengatakan, turunnya hujan yang terus menerus dengan intensitas tinggi memungkinkan terjadi bencana alam, seperti banjir.

“Curah hujan di Kalimantan Barat sudah merata, lebih khusus di Sekadau. Setiap hari mendung dan malam harinya hujan disertai angin kencang. Warga diimbau untuk waspada,” tukasnya.

Sejumlah tempat di Sekadau, terang Zainal, setiap kali hujan deras menyebabkan banjir. Itu sebabnya, masyarakat diminta waspada.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Kapuas diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

“Waspada sebelum terjadi musibah bencana, khususnya untuk anak-anak kecil, dan masyarakat yang tinggal bibir sungai,” tutupnya.(akh/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda