SINGKAWANG,SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menghadiri kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Talenta ASN pada Pemerintah Daerah se-Kalimantan Barat sekaligus Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Manajemen Talenta antara Pejabat Pembina Kepegawaian se-Kalimantan Barat dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara bertempat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak.
Kehadiran Wali Kota Singkawang menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Singkawang terhadap upaya penguatan sistem manajemen talenta ASN, guna menciptakan aparatur yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab tantangan kebutuhan pelayanan publik. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengikuti rangkaian pertemuan serta berpartisipasi dalam agenda penandatanganan komitmen bersama.
"Melalui komitmen ini, Pemerintah Kota Singkawang menegaskan kesiapannya untuk meningkatkan tata kelola pengembangan talenta ASN, khususnya dalam mencetak pemimpin-pemimpin birokrasi yang berkualitas di masa depan. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas ASN di Kota Singkawang, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," kata Tjhai Chui Mie, Rabu (3/12).
Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah dan pejabat pembina kepegawaian dari kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
"Dengan penandatanganan komitmen bersama ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas manajemen talenta ASN di Kalimantan Barat, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan pembangunan daerah," ujarnya.
Sementara Gubernur Kalbar, Ria Norsan menegaskan bahwa transformasi menuju birokrasi berbasis talenta merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Dia menyebut manajemen talenta sebagai instrumen kunci yang memastikan talenta ASN terbaik dapat ditemukan, dipetakan, dikembangkan, dan diberi ruang untuk berkontribusi maksimal.
“Pemutakhiran data profil ASN harus dilakukan serius dan berkala. Kebijakan strategis tidak boleh dibangun dari data yang kedaluwarsa,” katanya.
Dia menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kalbar mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Sementara itu, Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa manajemen talenta merupakan alat tata kelola ASN paling mutakhir yang mulai diterapkan nasional pada 2025. Menurutnya, tata kelola ASN telah berevolusi dari pola rapat Baperjakat sebelum 2016, berlanjut dengan Sistem Merit pada 2016–2024, dan kini memasuki era Manajemen Talenta Nasional.
Dia juga memperkenalkan konsep rising star, yakni ASN berpotensi tinggi yang dapat ditempatkan di berbagai posisi sesuai kebutuhan organisasi. Dari total 5,58 juta ASN, ia menyebut sektor pendidikan dan kesehatan sebagai sektor yang paling siap mendukung prioritas nasional, sementara sektor teknis masih memerlukan penguatan.
"BKN kini melakukan profiling ASN untuk memastikan seluruh proses pengembangan, penempatan jabatan, hingga perencanaan karier berjalan berbasis data akurat," katanya. (rud)