Singkawang post authorBob 05 Juli 2020 18,915

Rekaman Bagi-bagi Proyek Viral di Medsos, Walikota: Fitnah, Itu Rapat Pembangunan Tahun 2018

Photo of Rekaman Bagi-bagi Proyek Viral di Medsos, Walikota: Fitnah, Itu Rapat Pembangunan Tahun 2018 Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie angkat bicara mengenai narasi rekaman yang dicitrakan sebagai bagi-bagi proyek dan beredar di media social (Medsos). Rekaman tersebut telah menjadi fitnah, dan menimbulkan kegaduhan di medsos.

Wali Kota sangat menyayangkan hal itu terjadi. Dia menilai, orang yang merekam pembicaraan tersebut tidak beretika.

"Padahal rapat tersebut membahas program pembangunan di Kota Singkawang, dan perekamannya pun tidak dilakukan secara utuh," kata Tjhai Chui Mie, Minggu (5/7).

Menurutnya, rekaman pembicaraan yang beredar itu adalah membahas mengenai program pembangunan di Kota Singkawang.

"Jika yang direkam itu dari awal, tentu itu merupakan hal yang sangat bagus. Karena wajar masyarakat bisa mengetahuinya. Namun yang ditampilkan di media sosial merupakan sebuah penggalan rekaman, sehingga diduga ada niat yang tidak baik bagi perekamnya," ujarnya.

Menurutnya, rekaman suara yang beredar adalah merupakan rekaman yang terjadi pada tahun 2018, yakni sebelum Pemilu Legislatif (Pileg).

"Mereka (Anggota Dewan, red) yang termasuk dalam Badan Anggaran menghadap saya waktu itu, karena ingin memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di masing-masing daerah pemilihannya (Dapil)," ungkapnya.

Sehingga mereka dating, agar dirinya bisa mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Saya selaku Wali Kota tentunya tidak bisa serta merta langsung mengakomodir, karena yang membahas RAPBD adalah TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran," jelasnya.

Karena di satu wilayah Dapil, sudah pasti anggota dewannya tidak sendirian. Mungkin dari satu wilayah Dapil, ada pekerjaan yang sama. Seperti parit, jalan atau jembatan yang sama.

"Jadi jika ada yang sama, sudah pasti akan kita coret," tuturnya.

Mengenai rekaman suara yang beredar, tentu akan membuat masyarakat akan menjadi gelisah dan bertanya-tanya. Karena yang ditampilkan merupakan sebuah penggalan rekaman saja.

"Bagi masyarakat yang tidak paham, mungkin bisa percaya kalau itu merupakan pembicaraan bagi-bagi proyek," katanya.

Tetapi jika direkam dan ditampilkan secara penuh, dia yakin masyarakat akan mengerti apa yang sedang dibahas.

"Apa yang dilakukan oleh perekam merupakan kesalahan yang sangat fatal. Karena tidak merekamnya secara menyeluruh, sehingga membuat kegelisahan dan kegaduhan di masyarakat," ungkapnya.

Wali Kota menegaskan, apa yang disampaikan oleh Badan Anggaran  pada saat itu adalah besaran program kegiatan di wilayahnya masing-masing, bukan uang. Seperti halnya ketika pernah mengajukan anggaran ke kementerian untuk land clearing Bandara Kota Singkawang sebesar Rp90 miliar, namun yang disetujui hanya Rp10 miliar.

"Programnya yang dibangun untuk masyarakat dan akan dirasakan serta dinikmati oleh masyarakat di masing-masing Dapilnya. Jadi bukan uangnya," tegasnya.

Kalau bahasa yang disampaikan oleh perekam itu bagi-bagi proyek, dia menilai, jika itu merupakan pemahaman yang negatif. "Saya sangat keberatan," tegasnya.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda