Singkawang post authorBob 15 September 2020 52

Sepasang Kekasih Menjambret di 15 TKP

Photo of Sepasang Kekasih Menjambret di 15 TKP PASANGAN JAMBRET - Polres Singkawang mengamankan sepasang kekasih, AP dan TS karena diduga melakukan aksi jambret di 15 tempat kejadian perkara (TKP).   Ist

SINGKAWANG, SP - Satreskrim Polres Singkawang mengamankan sepasang kekasih, masing-masing berinisial AP dan TS. Mereka diduga merupakan pelaku jambret di 15 tempat kejadian perkara (TKP).

"Pengungkapan kasus ini berawal dari kita menerima laporan dari masyarakat, dan melakukan pencarian barang bukti," kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo dalam press rilisnya, Selasa (15/9).

Berdasarkan penyelidikan Polisi, ditemukanlah sepasang kekasih ini yang diduga sebagai pelakunya. Oleh sebab itu, dilakukanlah penangkapan terhadap sepasang kekasih tersebut dan dibawa ke Mapolres Singkawang. Setelah ditunjukkan barang bukti beberapa ponsel sesuai keterangan saksi, barulah mereka mengakui jika barang bukti tersebut mereka yang mengambilnya.

"Menurut pengakuan tersangka berinisial AP, sudah melakukan penjambretan sebanyak 15 kali dengan TKP yang berbeda. Dimana 9 diantaranya dia lakukan bersama pacarnya TS," ujarnya.

Terhadap kedua tersangka yang merupakan sepasang kekasih ini, telah didapatkan sejumlah barang bukti di 5 TKP.

"TKP pertama di depan Gereja Jalan Stasiun Kelurahan Pasiran, Jalan Tsafiudin Kelurahan Pasiran, depan Bengkel Wahana Jalan GM Situt, Jalan Antasari Kelurahan Pasiran dan Jalan Jalil Tata Kelurahan Melayu," ungkapnya.

Korban, kata Tri Prasetiyo, rata-rata perempuan yang sedang mengendarai kendaraan membawa tas, lalu diambil paksa oleh para pelaku. Bahkan ada satu TKP, dimana korbannya sampai terjatuh dari sepeda motor.

Kedua tersangka yang merupakan sepasang kekasih ini akan dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan, yaitu Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dan diancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

"Kita Subsiderkan ke Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa," jelasnya.

Kedua tersangka ini, menurut Kasat, adalah pelaku utama dan hasil kejahatan ini memang mereka nikmati berdua.

"Bahkan tersangka laki-laki berinisial AP merupakan residivis, karena pernah melakukan hal serupa yang keempat kalinya," ujarnya.

Sementara tersangka AP mengaku, hasil jambret digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan selebihnya untuk dibelikan narkoba.

"Hasilnya untuk makan dan narkoba juga," katanya.

Meski demikian, dia mengaku menggunakan narkoba masih terbilang baru.

"Baru saya menggunakan narkoba," ujarnya.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda